Sukses Polda Lampung Tercoreng

June 9, 2011 – 4:26 pm
BANDARLAMPUNG
Keberhasilan Polda Lampung membongkar sindikat narkotika internasional di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, tercoreng.

Spoiler for berita:
Di saat Kapolda Lampung Brigjen Pol. Sulistyo Ishak mengekspos hasil tangkapan sabu-sabu (SS) dan Erimin-5 atau Happy Five asal Malaysia senilai Rp16 miliar kemarin, pada Selasa (7/6) lalu sembilan oknum polisi dinyatakan urinenya positif narkoba.

Mirisnya, kesembilan oknum itu ditengarai menggunakan SS di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Bandarlampung, pada saat digelar pelatihan perubahan mindset dalam rangka reformasi birokrasi Polri yang dimulai Senin hingga hari ini (6-9/6).

Sembilan anggota polisi tersebut dites urine bersama 91 anggota Polda Lampung. Informasi yang dihimpun Radar Lampung, tes urine dilakukan berawal dari inspeksi mendadak (sidak) Kepala Biro Operasional Polda Lampung Kombespol Rahyono ke salah satu asrama di sekolah tersebut.

Ketika sidak, Rahyono menemukan sebuah bong (alat pengisap sabu-sabu, Red). Sehingga mantan Kasubdit Hartibum Ditsamapta Babinkam Polri itu langsung memerintahkan dilaksanakan tes urine kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan yang bertujuan mengubah mindset polisi menjadi lebih baik.

Setelah dilaksanakan tes, didapati sembilan polisi tersebut urinenya positif mengandung zat-zat yang terdapat dalam narkoba. Sayangnya, dari hasil penelusuran di Polda Lampung kemarin, baru satu dari sembilan polisi tersebut yang diketahui identitasnya. Yakni Briptu Ag. Sementara sisanya belum berhasil diketahui namanya.

Dikonfirmasi via telepon, Kepala SPN Kemiling AKBP Deni Pujianto menyarankan untuk langsung menanyakan kasus tersebut kepada Karo Operasional. ’’Silakan tanya saja kepada Pak Karo Ops,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih ketika ditemui di ruang kerjanya mengaku belum mengetahui perihal kasus tersebut. Perwira menengah polisi ini mengaku akan mengeceknya terlebih dahulu.

Kendati begitu, dia memastikan Polda Lampung tidak akan membedakan proses hukum antara polisi dengan masyarakat jika memang terlibat dalam suatu tindak pidana, apalagi narkoba.

’’Yang jelas, jika memang salah pasti dihukum sesuai peraturan yang berlaku. Tetapi untuk perkara yang ditanyakan ini, kami belum mengetahuinya. Karena itu akan kami cek dahulu,’’ pungkasnya.

Terpisah, Wakapolda Lampung Kombespol Rusman membenarkan ada sembilan anggotanya positif narkoba saat dilaksanakan tes urine secara mendadak. Mantan direktur tindak pidana umum (Dirtidum) Bareskrim Mabes Polri ini juga membenarkan jika pihaknya menemukan bong.

’’Kalau sabu-sabu tidak ada. Tetapi kalau bong memang ditemukan saat sidak tersebut,’’ ujar alumnus Akademi Kepolisian tahun 1984 ini kepada wartawan ketika dijegat saat hendak pulang dari kantornya sekitar pukul 17.00 WIB kemarin.

Pria yang pernah menjabat sekretaris Komisi Sidang Kode Etik terhadap Kompol Arafat itu juga menyatakan, pihaknya saat ini juga masih mendalami sampai sejauh mana keterlibatan masing-masing dari sembilan anggota polisi yang dinyatakan urinenya positif tersebut.

Perwira menengah ini melanjutkan, kini sembilan polisi itu masih berada di SPN Kemiling. ’’Untuk namanya, nantilah ya. Soalnya saya baru dapat laporannya tadi (kemarin, Red). Yang pasti, mereka anggota Polda Lampung beserta jajaran,’’ ujarnya sembari berjalan menuju mobilnya.

Terpisah, Kabidpropam Polda Lampung AKBP Asdjimain menyatakan, pihaknya akan mulai melaksanakan penyelidikan terhadap sembilan polisi yang dinyatakan urinenya positif tersebut hari ini (9/6).

’’Penyelidikannya besok (hari ini) dimulai,’’ ujarnya di Mapolda Lampung kemarin.

Apakah sanksi yang akan diberlakukan terhadap sembilan polisi tersebut adalah pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH)? Mantan Kapolres Purworejo, Jawa Tengah, ini belum dapat memastikannya. ’’Kami selidiki dahulu, tidak bisa langsung memberikan sanksi. Semua ada mekanismenya. Dan yang pasti kami akan menyelidiki kasus ini,’’ pungkasnya.

Sementara dalam ekspose tangkapan narkoba oleh petugas Seaport Interdiction (SI) dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dalam kurun waktu 10 bulan terakhir, terungkap yang terbesar adalah psikotropika golongan I jenis sabu-sabu dimulai Agustus 2010 lalu dengan barang bukti 4 kilogram (lihat grafis hasil tangkapan jajaran Polres Lamsel dari Agustus 2010 sampai Juni 2011, Red).

Tangkapan terakhir Senin (6/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Petugas SI dan KSKP Bakauheni menangkap dua tersangka, yakni Jono alias Asiang (37) dan Jumadi (31), keduanya warga Jalan Lubuk RT/RW: 002/003, Kecamatan Tanjungbatu Kundur, Kabupaten Karimun, Riau.

Kedua tersangka ini kedapatan membawa sabu-sabu sebanyak 5 kg. Tersangka yang tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia ini menumpang bus Lorena nopol BL 7586 IV menuju Jakarta. Barang yang dikemas 5 paket tersebut dimasukkan tas jinjing, lalu dimasukkan tas ransel. Tersangka Jono pun terpaksa dilumpuhkan dengan satu tembakan pada kaki kirinya karena berusaha kabur saat penangkapan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Dari hasil pengembangan, jajaran Polres Lamsel berhasil mengamankan sindikat peredaran narkoba asal Malaysia, Goay Hook Chye (40), yang tinggal di Pulau Pinang, Pekanbaru dan ditangkap di Jakarta sekitar pukul 16.00 WIB Senin (6/6).

Dari tangan warga Malaysia ini, polisi mengamankan barang bukti sabu-sabu sebanyak 3 kg yang dikemas dalam tiga paket dan barang bukti lainnya seperti 2 unit laptop, 2 paspor atas nama Goay Hook Chye dan Lim Kok Pin, 3 buah ransel, uang tunai 296 ringgit Malaysia, dan 6 handphone.

Kapolda Lampung Brigjen Sulistyo Ishak didampingi Kapolres Lamsel AKBP Bahagia Dachi saat jumpa pers kemarin mengatakan, peredaran narkoba masuk ke tanah air melibatkan jaringan internasional dibantu warga Indonesia yang berada di perbatasan Kepulauan Riau.

’’Tangkapan besar narkoba jenis sabu-sabu sudah kali kesekiannya. Awalnya sekitar Agustus 2010, yang menangkap 4 kg sabu-sabu. Selanjutnya Februari 2011 sebanyak 6 kg dan terakhir bulan ini sebanyak 10 kg,’’ kata Sulistyo kemarin.

Orang nomor satu di jajaran Polda Lampung itu juga mengatakan, rekan tersangka Goay Hook Chye yang juga warga Malaysia berinisial LKP menjadi buronan polisi dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dari hasil pemeriksaan, tersangka Goay Hook Chye sudah tinggal di Jakarta dan menginap di Hotel Triniti selama dua bulan. ’’Barang bukti sabu-sabu sebanyak 3 kg dari tangan tersangka Goay Hook Chye adalah sisa dari 10 kg yang dikirim oleh dua tersangka Jono alias Asiang dan Jumadi pada 26 Mei lalu,’’ terang Kapolda.

Dilanjutkan, dengan ditangkapnya pelaku dan barang bukti 8 ribu gram narkotika golongan I jenis sabu-sabu yang ditaksir senilai Rp16 miliar tersebut, berarti telah menyelamatkan sebanyak 400 ribu orang.

’’Memerangi peredaran narkoba merupakan tanggung jawab kita bersama. Polri bekerja sama dengan BNN dan BNP terus berupaya menangkap pelaku pengedar narkoba dengan meningkatkan pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni,’’ ujarnya seraya mengatakan, Polda Lampung akan berkoordinasi dengan Direktorat IV Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan polda lainnya untuk menangkap pelaku peredaran narkoba di tanah air.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka yang diamankan akan dijerat Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2, dan pasal 132 ayat 2 dengan ancaman seumur hidup atau paling lama 20 tahun dan paling singkat 5 tahun dengan denda Rp8 miliar.

Sementara tersangka Jono dan Jumadi mengakui sudah kali kedua mengantarkan sabu-sabu kepada Goay Hook Chye di Jakarta. ’’Yang pertama sebanyak 10 kg dan terakhir ini 5 kg,’’ kata keduanya sebelum dimasukkan sel Mapolres Lamsel. (whk/man/dur/c1/ary)

Spoiler for Hasil 10 Bulan Terakhir:

Waktu Jenis Berat
23 Agustus 2010 Sabu-Sabu 4 Kg
19 Februari 2011 – 6,2 Kg
27 Februari 2011 – 2 Ons
10 Mei 2011 – 5 Ons
2 Juni 2011 – 2 Kg
6 Juni 2011 – 8 Kg

Spoiler for pic:

Gimana Permasalahan Narkotika bisa selesai dan diberantas kalau pihak yang berwenang untuk memberantas aja ikut menggunakan, apa jadinya negeri kita ini

sumber

http://www.radarlampung.co.id/

Sukses Polda Lampung Tercoreng

Info yg dicari : jono alias asiang, berita radar lampung hari ini, akbp sulistyaningsih, berita terbaru dit narkotika polda lampung 2014, berita terkini polda lampung, www ceritaarabngentot com,

Post a Comment