Mengintip Sekolah Densus 88

November 20, 2010 – 5:26 pm
Mengintip Sekolah Densus 88 1

INILAH.COM, Semarang – Meski merupakan pusat pelatihan anti teror bertaraf interregional Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC), tidak melupakan nilai-nilai keindahan. Hal itu terlihat dari desain dan dekorasi yang ada di sana.

Sebagai pusat pelatihan anti teror bertaraf interregional, JCLEC yang terletak di Semarang, Jawa Tengah tidak melupakan unsur estetika. Perpaduan keanekaragaman budaya barat dan Indonesia pun terlihat dari desain dan dekorasi bangunan di sana.

Tempat pelatihan penegakan hukum ini turut mengampanyekan keanekaragaman budaya Indonesia melalui bangunannya. Saat memasuki area pelatihan ini, dekorasi taman dan undakan tangga menuju bangunan tersebut mengadopsi gaya Bali.

Sementara bangunan ruang pelatihan didesain menyerupai ruang kelas kuliah standart internasional, atau mengambil gaya barat. Namun dekorasi bangunan dan ruang kelas banyak menampilkan benda-benda khas etnik Indonesia.

"Nuansa di sini lebih berkesan nuansa perpaduan nilai barat dengan timur, tapi juga nilai-nilai lokal, nilai-nilai keindahan," kata Direktur Eksekutif JCLEC Brigjen. Pol. Boy Salamudin, di JCLEC, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/11/2010).

Seperti kain batik dari berbagai daerah, dan benda-benda etnik lainnya yang terpajang di dinding dan sudut-sudut ruang tersebut. Ini menambah nilai estetika yang memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia. "Di dalam ada aksesoris yang bersifat etnik, ini untuk memperkaya wawasan budaya kita, ini juga untuk kampanye bahwa negara kita bangsa yang kaya akan budaya," kata Boy.

JCLEC dalam tiap program pelatihannya selalu mengundang kepolisian di negara-negara asing, untuk mengikuti pelatihan singkat maksimal 3 bulan.[bay/mah]

Mengintip Sekolah Densus 88 (2)

Namun sikap itu kini diubah oleh lembaga yang digagas oleh Kepolisian Australia-Indonesia itu, dengan alasan ingin lebih terbuka kepada publik.

"Kita memang agak sedikit membatasi diri untuk menerima media, tapi dengan perubahan strategi yang ada tidak ada salahnya dalam konteks kepentingan nasional, regional, dan internasional, kita mengintensifkan diri meningkatkan kerja sama dengan media," jelas Direktur Eksekutif JCLEC Brigjen. Pol. Boy Salamuddin, saat menyambut rombongan wartawan yang berkunjung ke JCLEC, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/11/2010).

Perubahan strategi itu dilakukan, kata Boy, guna memperkenalkan kepada publik tentang keberadaan dan fungsi pusat pelatihan anti teror bertaraf internasional ini. "Keberadaan JCLEC semata-mata untuk kepentingan kemanusiaan, artinya perdamaian dan keamanan di kawasan ini," tambahnya.

Sejak pusat pelatihan ini diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, tahun 2004 silam. Boy mengakui pihaknya hanya 3 kali menerima kedatangan wartawan di pusat pelatihan itu, yakni pada saat peresmian tempat tersebut, saat menerima seorang wartawan Australia, dan kali ini menerima rombongan wartawan yang diundang Mabes Polri, Jakarta.

Meski telah membuka diri untuk publikasi, masyarakat jangan coba-coba untuk berkunjung ke tempat ini untuk sekadar berekreasi atau mengetahui seluk beluk tempat ini. Sebab lahan seluas 6 ha dengan penuh pepohonan rindang ini tetap tertutup untuk umum, bahkan anggota Polri yang telah memasuki pusat pelatihan anti teror ini baru 10% saja.

Lahan seluas 6 hekta are (ha) di lingkungan Akademi Kepolisian RI ini, dijaga ketat dengan sistem pengamanan tingkat tinggi. Aliran listrik berkekuatan 700 watt mengaliri pagar kawat setinggi 5 meter di sekeliling tempat itu.

Prosedur pengawasan dan pengamanan tempat itu juga dilakukan oleh petugas satpam yang telah dilatih khusus. Selain itu, pengamanan juga dilakukan dengan mengerahkan anjing pelacak, yang selalu berpatroli mencegah adanya orang yang ingin menyusup masuk JCLEC. [habis/mah]

:iloveindonesia semoga kerja nya makin profesional …menjaga keamanan wilayah NKRI :iloveindonesia

http://nasional.inilah.com/read/deta…ah-densus-88-2

Mengintip Sekolah Densus 88

Info yg dicari : boy salamudin, PELATIHAN ANTI TEROR,

Post a Comment