Kakek Miskin Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reot Bersama Tikus Liar

April 14, 2011 – 9:26 am
Demak – Sebagai orang yang mengaku wakil rakyat terutama orang-orang yang duduk manis di gedung DPR seharusnya lebih peduli dengan nasib rakyat yang diwakilkannya. Hanya dengan alasan kenyamanan, DPR mencetuskan rencana pembangunan gedung baru.

Namun, saharusnya DPR melakukan studi banding dahulu ke Demak, Jawa Tengah. Karena di salah satu wilayah di Demak hidup seorang pria lanjut usia yang sudah genap dua puluh tahun hidup disebuah gubuk reot yang diisi ratusan ekor tikus liar.

Mbah Sumadi begitulah warga Desa Waru, Kecamtan Mranggen, Demak, Jawa Tengah memanggil pria tua yang menghuni sebuah gubuk reot di pinggiran desa tersebut. Pria penderita kelumpuhan itu, hanya tinggal seorang diri dalam gubuk reotnya.

Diusia yang sudah memasuki kepala sembilan, Mbah Sumadi terpaksa menghabiskan hari-hari tuanya hidup bersama ratusan ekor tikus liar yang keluar masuk dalam gubuknya. Dua puluh tahun sudah hal itu berlangsung.

Sutiatun, salah seorang tetangga Mbah Sumiadi menuturkan, Mbah Sumadi mulai menempati gubuk reot itu sejak tidak lagi hidup bersama dua anaknya. Gubuk reot yang ditempati Mbah Sumadi merupakan gubuk milik warga setempat yang biasanya difungsikan sebagai gudang penyimpanan alat-alat pertanian. "Mbah tinggal disana sendirian, dia sudah tidak bisa apa-apa jadi ada warga yang merelakan gubuknya ditempati Mbah Sumadi," ujar Sutiatun.

Menurut Sutiatun, selama tinggal di gubuk reot itu, Mbah Sumadi lebih banyak berdiam diri sambil memperhatikan tikus-tikus liar yang lalu lalang di hadapannya. "Gubuknya itu kan bolong-bolong dan terbuka jadi tikus mudah keluar masuk gubuk," paparnya.

Penderitaan Mbah Sumadi tidak cukup hanya sampai disitu, setiap hari untuk memenuhi kebutuhan makanan. Mbah Sumadi hanya berhararp dari bantuan dan kerelaan warga setempat. Namun tak jarang Mbah Sumadi tidak mendapat makanan sama sekali selama beberapa hari. "Warga disini memanggilnya Mbak Bincok alias orang yang hanya berharap dikasih makan. Tapi warga ikhlas membantu karena kasihan," ungkap Sutiatun.

Kini hanya tuhan dan waktulah yang dapat melepaskan Mbah Sumadi dari penderitaannya itu. Karena sejak 20 tahun lalu, tidak seorang pun wakil rakyat baik dari pemerintah daerah setempat ataupun pemerintah pusat yang peduli dengan nasib Mbah Sumadi. (baw/baw)

Sumber: http://www.today.co.id/read/2011/04/…ama_tikus_liar

Kasihan Mbah Sumadi (juga kita) yang diwakili oleh hewan-hewan buas yang tak kenal batas kerakusannya.
Btw, kalo rakyatnya melarat, seharusnya wakilnya lebih melarat lagi dong?

Kakek Miskin Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reot Bersama Tikus Liar

Info yg dicari : Cerita ngentot di gubuk, Cerita sex kakek, cerita sex di gubuk, Cerita sex kakek tua, cerita sex digubuk, cerita seks kakek, cerita ngentot digubuk, cerita seks di gubuk, cerita ngentot dengan kakek, sex kakek,

Post a Comment