49 anggota geng motor ARKILYZ di tangkap

June 16, 2011 – 1:26 pm
Tasikmalaya, 1/5 (ANTARA) – Polisi Resor Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengamankan 49 pelajar setingkat SMP dan SMA sederajat yang diduga anggota gerombolan bermotor di Stasiun Awipari kota itu, Minggu dini hari, karena dilaporkan telah meresahkan masyarakat.

Kepala Bagian Operasi Polresta Tasikmalaya, Kompol Yono Kusyono yang memimpin pemeriksaan anggota gerombolan bermotor berstatus pelajar itu sudah mengganggu keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

"Kebanyakan mereka masih pelajar, kita amankan karena mereka dilaporkan warga meresahkan dengan kebut-kebutan di jalanan," kata Yono.

Puluhan anggota kepolisian langsung melakukan pencarian dan pengejaran gerombolan bermotor di kawasan Cibeureum, kemudian diketahui berlari ke Stasiun Awipari dan petugas dengan mudah mengamankan mereka berikut sepeda motornya.

Petugas yang menggiring gerombolan bermotor itu menemukan salah seorang diantara mereka membawa sebilah golok, pipa besi dan ikat pinggang yang dibawa para anggota tersebut.

Polisi juga mengamankan berbagai atribut kelompok motor, serta menyita 24 unit sepeda motor yang sebagian besar telah dimodifikasi.

Anggota gerombolan bermotor tersebut hingga Minggu siang masih diperiksa petugas, terutama orang yang membawa senjata tajam dan benda keras lainnya.

Gerombolan bermotor bernama "Arkilyz", ditegaskan Yono telah meresahkan masyarakat dan melanggar undang-undang darurat karena membawa senjata tajam yang tidak jelas peruntukannya.

"Apalagi malam-malam berkeliaran tidak jelas, membawa benda tajam, makanya kita amankan untuk diperiksa karena ini tentu sudah meresahkan," jelasnya.

Polisi memeriksa seluruh anggota geng secara intensif berikut memintai penjelasan kepemilikan benda tajam dan berbagai atribut yang dibawa seperti bendera, serta surat-surat kendaraan bermotor.

Selanjutnya pihak kepolisian akan memanggil masing-masing orang tua untuk diberikan pembinaan, dan sepeda motor yang tidak dilengkapi surat akan ditahan.

"Karena menurut saya kelompok motor ini diduga jebolan dari geng motor sebelumnya yang sudah dibubarkan, sekarang membentuk kelompok baru, makanya bantuan peran orang tua sangat penting agar mereka tidak terlibat aksi geng motor," kata Yono.

Sementara itu berdasarkan pengakuan salah seorang anggota kolompok motor Arkilyz yang membawa senjata tajam golok, Deni (17) mengaku golok tersebut milik rekannya.

Golok yang dibungkus kain itu, dijelaskan Deni karena dipaksa temannya untuk dibawa sekedar jaga-jaga yang dikhawatirkan terjadi ancaman serangan dari kelompok motor lain.

"Saya cuma disuruh pegang golok saja, saya sebenarnya tidak mau dan dikembalikan tapi dipaksa, lalu golok saya masukan ke saku celana," kata Deni salah seorang siswa kelas satu STM Kota Tasikmalaya.

Selain Deni, pelajar lainnya Agi Ginanjar (16) siswa kelas tiga SMP Sukarame Tasikmalaya, mengaku sebelum terjadi penangkapan oleh polisi hendak akan pulang ke ibu kandungnya.

Ia mengaku menjadi anggota kelompok motor Arkilyz beberapa hari kebelakang, kemudian Sabtu malam diajak berkumpul bersama anggota lainnya.

"Saya diajak sama teman, jadi anggotanya juga baru kemarin-kemarin. Kalau besi itu saya tidak tahu siapa pemiliknya," kata Agi yang diketahui petugas membawa pipa besi.***3***
:iloveindonesias

49 anggota geng motor ARKILYZ di tangkap

Info yg dicari : arkilyz, arkilyz indonesia, arkilyz tasikmalaya, Baju arkilyz,

Post a Comment