Waspadai GOLPUT Menang di Pilkada DKI Jkt. LSI Pernah Ramal Maximum 65%

March 20, 2012 – 11:26 am
Waspadai Tingginya Angka Golput di Pilkada DKI Jakarta
Friday, 02 March 2012 15:32

JAKARTA— Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid, mengatakan, berdasar survei yang dilakukan Puskaptis, diketahui baru sekitar 42 persen warga Jakarta yang tahu akan ada Pilkada. Sisanya sebanyak 35,17 persen tidak tahu dan ragu-ragu 22,07 persen.

Menurut Husin Yazid, data ini sangat penting untuk disikapi karena akan berakibat pada tingginya angka golongan putih (golput). Jadi harus diwaspadai kemungkinan angka golput di Pilkada DKI Jakar"Sosialisasi harus lebih banyak dan lebih luas lagi,” kata Husin, Jumat (02/3), di Jakarta
Survei Puskaptis tersebut dilakukan pada 26 desember 2011 hingga 10 Januari 2012 dengan melibatkan 1.250 responden. Survey dilakukan di lima wilayah Kotamadya Jakarta dan satu kabupaten administrasi. Survey dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan lebih kurang 2,8 persen
http://partaidemokrat-jakarta.com/in…html?task=view

Gambaran Pilkada DKI Jakarta 2007 lalu

Quote:

LSI: POTENSI GOLPUT dalam PILKADA DKI JAKARTA Max.65%

Potensi Golput atau tidak ikut dalam pemilihan Gubernur DKI sangat besar. Potensi Golput maksimal mencapai 65%.

Angka ini bisa dikurangi dengan memastikan bahwa warga yang belum tahu terdaftar sudah terdaftar untuk ikut memilih. Juga dipastian bahwa undangan untuk memilih sampai kepada warga. Masih ada waktu untuk membenahi ini.

Semua ini terutama menjadi tanggung jawab KPUD.
Bila Golput terjadi secara optimal (65%), potensi calon yang kalah untuk tidak menerima kekalahannya terbuka dengan membuat klaim bahwa angka itu adalah pendukungnya. Ini akan menimbulkan kerawanan pasca-Pilkada.

Angka Golput harus ditekan sedemikian rendah dan usahakan agar selisih perolehan suara antara dua pasangan calon di atas angka Golput sehingga tidak ada alasan untuk menolak kemenangan tersebut, dan manifestasi potensi konflik pasca-Pilkada dapat diredam.

Untuk sementara ini, selisih potensi perolehan suara pasangan Fauzi-Prijanto sebesar 32%. Cukup jauh. Tapi bila selisih ini masih di bawah tingkat Golput, misalnya 40%, potensi untuk menggugat hasil Pilkada menjadi terbuka, dan bisa menimbulkan kerawanan.

Karena itu, untuk menjaga pasca-Pilkada tetap aman, semua stakeholder Pilkada DKI, terutama dua pasangan calon dan KPUD, harus bekerja keras agar tingkat Golput ditekan serendah mungkin, setidaknya di bawah selisih perolehan suara dua pasangan tersebut, berapapun itu.
http://www.lsi.or.id/riset/271/poten…da-dki-jakarta

Puskapol UI
Golput Pilkada DKI 35,99%
Rabu, 08/08/2007 20:24 WIB

Jakarta Hari pencoblosan pilkada DKI berlangsung lancar dan kondusif. Namun sayangnya tingkat partisipasi masyarakat yang memilih untuk golongan putih (golput) alias tidak memilih cukup tinggi. Melalui quick count yang dilakukan dengan mengambil sampel 300 TPS di seluruh Jakarta, Pusat Kajian Politik (Puskapol) UI memperoleh angka golput sebesar 35,99 persen. Demikian rilis Puskapol UI yang diterima detikcom, pada Rabu (8/8/2007). Sementara hasil final quick count tidak terjadi perubahan signifikan dari data sebelumnya. Pasangan Fauzi Bowo-Prijanto unggul dari pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar. Dari 5.717.539 pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) pasangan Fauzi-Prijanto memperoleh 57,44 persen suara.

Sementara Adang-Dani hanya meraup 42,55 persen suara. Dalam quick count kali ini, Puskapol UI menggunakan metodologi penarikan sampel sebagai berikut: Langkah pertama adalah membandingkan proporsi jumlah penduduk dan jumlah TPS di tiap wilayah DKI Jakarta. Hasilnya diperoleh bahwa perbandingan jumlah proporsi penduduk dan TPS di tiap wilayah relatif sama, dengan selisih kurang dari 1 persen. Dengan demikian, distribusi jumlah TPS dapat dianggap mewakili distribusi jumlah pemilih, sehingga setiap TPS diberi bobot dan peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Jumlah sampel TPS ditentukan secara proporsional di setiap wilayah (kecuali Kepulauan Seribu). Jumlah total TPS sampel adalah 300. Dengan tingkat keyakinan 95% dan margin kesalahan ditetapkan sebesar 0,25%.

http://news.detik..com/read/2007/08/…99?nd992203605


————-

Memilih untuk tidak memilih, juga sebuah pilihan hati nurani dari rakyat pemilih! Kenapa harus dicemaskan?

:beer:

Waspadai GOLPUT Menang di Pilkada DKI Jkt. LSI Pernah Ramal Maximum 65%

Info yg dicari : william liem bima, poling pilgub dki 2012,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment