[VIDEO] Aksi Penolakan LG Semakin Meluas di Tanah Air, tapi Gaga Tak Akan “Melunak”
May 25, 2012 – 9:26 pmVIDEO Penolakan Lady Gaga di Berbagai Tempat di Tanah Air
Penolakan Konser Lady Gaga Masih Bergulir
Jumat, 25 Mei 2012 | 07:56 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Penolakan terhadap konser penyanyi Lady Gaga menguat. Sejumlah organisasi massa dan lembaga dakwah Islam se-DKI Jakarta, Kamis (24/5), turut menyatakan menolak konser musik penyanyi asal Amerika Serikat yang akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno itu.
Penolakan itu diutarakan seusai rapat ormas dan lembaga dakwah Islam di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Kamis sore, oleh Agus Suradika, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta. Pertemuan itu dihadiri, antara lain wakil dari MathlaÂ’ul Anwar, Persatuan Islam, Muslimat NU, Aisyiyah, dan Muhammadiyah.
Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta dan Kepala Polda Metro Jaya mencegah dan tidak memberi izin untuk penyelenggaraan segala macam pertunjukan yang mengumbar syahwat. Konser penyanyi Lady Gaga yang bernama lengkap Stefani Joanne Angelina Germanotta itu dinilai mengumbar aksi kurang pantas dan porno.
http://entertainment.kompas.com/read…Masih.Bergulir





Gaga Tak Akan "Melunak"
SATURDAY, 26 MAY 2012 00:00
Jakarta – Gunjang-gunjing soal dibatalkannya konser Lady Gaga yang bakal digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, masih terus bergulir. Padahal, pihak promotor konser dari penyanyi asal Amerika Serikat tersebut menampik kabar yang menyatakan, konser di Jakarta dibatalkan. Meski demikian, pihak promotor masih melakukan koordinasi dengan manajemen Lady Gaga, agar konser bisa digelar sesuai dengan jadwal, 3 Juni 2012.
Sementara, jelang konser perdananya di Jakarta, muncul pernyataan dari penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu. "The Jakarta situation is 2-fold: Indonesian authorities demand I censor the show and religious extremist separately, are threatening violence," kicau Lady Gaga melalui akun Twitter-nya.
Troy Carter, manajer tur konser Lady Gaga menyatakan, perempuan berusia 26 tahun itu tak berniat untuk melunak. Meski, lanjut Carter, adanya larangan di Indonesia, setelah munculnya berbagai protes yang merujuk pada penampilan Gaga yang vulgar. "Konser akan berlangsung seperti yang direncanakan," katanya, seperti dilansir situs The Sun. Bisa jadi, konser di Jakarta bakal tetap digelar.
Namun gosip lain muncul di Jakarta. Carter dikabarkan memberikan pernyataan bahwa konser akan dibatalkan jika penyanyi yang kerap menuai kontroversi itu harus mengubah penampilannya. "Sebenarnya ia hanya memberikan gambaran bahwa kreatifitas bermusik tidak bisa dibatasi atau dikekang," kata Arief Ramadhoni, juru bicara pihak promotor, di Jakarta, Jum`at (25/5/2012) pagi, seperti dilaporkan wartawan Gatranews Wahyu Setiadi.
Carter, lanjut Arief, diminta untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara yang bertajuk "Music Matters" di Singapura pada Kamis (24/5). Di acara tersebut, masih menurut Arief, Carter tidak spesifik berbicara soal pembatalan konser. Bahkan, Carter tak menyebutkan adanya pembatalan. "Disana, ia membagikan bagaimana pop culture menjadi komoditi yang menarik, dan selalu menjadi sorotan. Dan hal tersebut terjadi di mana saja di seluruh dunia," paparnya.
Hanya kata "koordinasi" yang sering diucapkan oleh Arief kepada wartawan, saat sesi jumpa pers singkat yang dilakukan promotor konser. Selain masih melakukan koordinasi dengan manajemen Lady Gaga, pihak penyelenggara konser di Jakarta juga masih berupaya menggandeng pihak terkait, guna mendapatkan lampu hijau, baik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Mabes Polri.
Lantas, apa upaya promotor jika konser Lady Gaga batal? Skenario terburuk itu belum bisa dijawab oleh pihak yang mendatangkan sang penyanyi. Yang pasti, untuk sementara ini, guna mengantisipasi ancaman-ancaman yang sudah dilontarkan berbagai organisasi masyarakat, jika konser Lady Gaga tetap digelar, pihak penyelenggara akan menyerahkan hal itu sepenuhnya pada pihak yang berwajib. "Soal detil keamanaannya itu kami serahkan pada kepolisian karena mereka yang lebih memahami. Oleh karena itu kita terus berkoordinasi," jelas Arief, seperti dikutip Antaranews.
Protes Terus Berlanjut di Berbagai Daerah
Usai pihak promotor menggelar jumpa pers singkat guna menjelaskan kepastian konser di Jakarta, berbagai organisasi masyarakat di sejumlah kota di Indonesia, terus menyuarakan penolakan mereka terhadap Lady Gaga. Seusai shalat Jum`at, massa dari Front Pembela Islam (FPI) menyambangi Polda Metro Jaya. Ratusan personil dari kesatuan Brimob diturunkan guna mengamankan jalannya aksi tersebut.
Menurut laporan wartawan Gatranews Antonious W Fernandez, ada beberapa poin yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut. Pertama, penolakan terhadap Lady Gaga, bukan hanya soal pakaian, tapi juga menyangkut lirik lagu, simbol, gaya, karakter, dan ideologi. Kedua, FPI menolak usulan Lady Gaga "tampil dengan syarat", menilik dari peristiwa konser Lady Gaga di Filipina, yang juga tidak mengindahkan saran yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina untuk tidak menyanyikan lagu Judas dan Born This Way.
Di sisi lain, FPI juga menilai bahwa langkah yang diambil oleh pihak kepolisian sudah sesuai dengan prosedur dan wewenangnya. Sehingga FPI berharap agar pihak kepolisian tidak diintervensi dari pihak mana pun. Aksi yang digelar pun berlangsung singkat. Pasalnya, FPI merasa Polda Metro Jaya tidak memberikan rekomendasi atau surat izin penyelenggaraan konser tersebut. Dari Polda Metro Jaya, massa FPI kemudian bertandang ke Mabes Polri, guna menyampaikan tuntutan yang sama.
Tak hanya di Jakarta, penolakan Lady Gaga juga diserukan di Solo. Sekitar seratus orang anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Mudiriyah Solo melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Surakarta, Jum`at (25/5) siang. Mereka melakukan orasi dan membentangkan sejumlah poster, antara lain bertuliskan, "Lady Gaga Merusak Moral", "Lady Gaga Hiburan Haram", "Lady Gaga Budaya USA", "Lady Gaga Rusak Moral Bangsa", dan "Lady Tak Jelas Statusmu Perempuan atau Laki-Laki".
Menurut Pimpinan JAT Mudiriyah Solo Muh Sholeh Ibrahim, JAT menolak konser Lady Gaga, karena bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara serta normal agama. Gaga juga dianggap sebagai ikon pornografi dan liberalisme budaya yang bertentangan dengan UUD 1945. Oleh karena itu, pihaknya kepada Kapolda Metro Jaya tetap konsisten mempertahankan rekomendasi tidak diizinkan konser lady Gaga di Jakarta.
http://www.gatra.com/hiburan/musik/1…akan-qmelunakq
Ini Contoh VIDEO Paling Kontroversial dari LG saat Manggung …
—————-
Lalu untungnya bagi Pemerintahan SBY tetap ngotot hendak mengizinkan Lady Gaga melakukan konser di negeri ini apa? Apa menambah pemasukan devisa? Atau membikin terkenal Indonesia sebagai satu-satunya negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia, gara-gara berani mengizinkan aksi vulgar si Lady diatas panggung di depan warganya sendiri? Astaghfirullah, kemana saja tuh nurani para Pemimpin negeri ini larinya!
:berduka :iloveindonesia :berduka
[VIDEO] Aksi Penolakan LG Semakin Meluas di Tanah Air, tapi Gaga Tak Akan “Melunak”
Info yg dicari : aksi sungai peperonity, www gaybapak2 tni blogspotcom,Tags: Akun, Amerika Serikat, Bernama, Dakwah Islam, Gelora Bung Karno, Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Gubernur Dki Jakarta, Indonesian Authorities, Jakarta Situation, Kompas, Konser, Lady Gaga, Menteng, Muslimat, Ormas, Pantas, Penyanyi, Persatuan Islam, Polda Metro Jaya, Senayan









