Umsu

December 7, 2011 – 4:26 pm
Wisudawan Diharapkan Tetap Berbakti Kepada Orang Tua

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Mewisuda Pasca Sarjana, Sarjana dan Ahli Madya, di Selecta Jalan Listrik Medan,Sabtu, (3/12). Pada kesempatan itu, Rektor UMSU, Drs Agussani MAP dalam pidatonya, mengatakan bahwa kali ini UMSU melaksanakan wisuda terbesar selama dalam kurun waktu 14 tahun terakhir dari tahun 1990-an.

UMSU merupakan universitas Muhammadiyah terbaik yang termasuk delapan terbesar di Indoneseia, hal ini merupakan wujud kepercayaan masyarakat Sumatera Utara terhadap UMSU, ini sangat membanggakan, universitas ini bukan hanya milik warga muhammadiyah, tetapi milik suluruh umat Islam.

UMSU juga didukung dengan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, sehinggap saat ini UMSU menjadi universitas swasta terpavorit di Sumatera Utara, jumlah mahasiswa nya saat ini telah berjumlah lebih dari 20 ribu, sehingga kehadiran para lulusannya dapat langsung berbuat untuk kepentingan masyarakat.

Pelaksanaan wisuda untuk periode ke II tahun akedemik 2011-2012 dilaksanakan sabtu 8 Muharam 1433 Hijriah yang bertepatan jatuh pada tanggal 3 Desember 2011 bagi 1742 mahasiswa UMSU yang terdiri dari 58 orang Program Pasca Sarjana dan Studi Magister Ilmu Hukum, 711 orang dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), 467 orang dari Fakultas Ekonomi, 129 orang dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), 36 orang dari Fakultas Pertanian, 271 orang dari Fakultas Hukum, 16 orang dari Fakultas Agama Islam (FAI) dan 54 orang dari Fakultas Teknik.

Pelaksanaan wisuda ini juga d hadiri oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haidar Naser, Beliau berpesan, walapun kita sudah memiliki ilmu yang luas dan menyandang sarjana tetap berbaktilah kepada orang tua, Para Wisuda bias duduk di sini dan saat ini merupakan jasa para orang tua, “Birrul Waalidain” itu merupakan pondasi yang harus selalu ada dimanapun dan kapanpun, kita akan selalu diuji, apakah dalam keadaan sukses masih bisa “Birrul Waalidain” yakni tetap berbakti kepada orang tua

Beliau juga berpesan, agar menjaga idealisme karena setelah mendapat predikat sarjana, itu berarti akan memasuki dunia nyata, banyak generasi sebelumnya, pada saat kuliah memiliki idealisme yang tinggi, tetapi ketika setelah terjun ke dunia yang seutuhnya, nilai idealismenya hilang disebabkan tidak tahan dengan godaan harta, kekuasan dan kedudukan. (R-07)

Source :www.ketikberita.com

Umsu

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment