[True Story] Nikmatnya Bisa Kuliah meski jadi Isteri Simpanan Pejabat

January 9, 2011 – 10:26 am
Minggu, 09 Januari 2011 , 13:00:00
Nyambung Kuliah Jadi Istri Simpanan

Bisnis seks di Tasikmalaya tidak terbatas pada SPG atau PSK. Ditengarai juga sudah merambah di kalangan mahasiswi. Ini terbukti seringnya dilakukan penggerebegan sejumlah tempat kos oleh aparat keamanan. Berikut laporannya.

Gaya hidup metropolitan telah mengubah segalanya. Yang pasti, materialistis dan hedonis. Itu yang kemudian membuat sejumlah orang mengambil jalan pintas. Termasuk para penghuni kos-kosan. Tren-nya, warga kos-kosan ini, mencari uang dengan jalan pintas dengan menjadi istri simpanan. Kami mencoba menelusuri sebuah gang di kawasan Jl Siliwangi. Di sini marak kos-kosan, yang pada umumnya adalah wanita. Penghuninya pun beragam. Ada pekerja, mahasiswi tetapi juga wanita-wanita desa yang sedang menunggu panggilan untuk bekerja.

Untuk bisa leluasa keluar masuk pintu kos, kami mengajak seorang pemandu yang memang sudah cukup di kenal di kawasan ini. Namanya Imran. Ia seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta di kota Tasik. Dan yang terpenting, entah bagaiamana sejarahnya, Imran begitu mengenal dan dikenal di kawasan ini. Untuk urusan yang satu itu, Imran hanya melepas senyum jika ditanya. "Sudahlah, ente mau kemana, kita antar sampai tuntas," ujarnya. Untuk menelisik lebih jauh kehidupan warga kos-kosan di kawasan Siliwangi, Imran mengajukan satu syarat. "Harus berani nraktir," katanya.

Pertama-tama Imran memperkenalkan kami dengan seorang wanita berparas cantik, sebut saja namanya Cintya. Ia adalah karyawan marketing sebuah produk kecantikan. Penampilan Cintya bak seorang wanita karir di gedung-gedung tinggi Jakarta. Dandanannya tipis, namun tetap mengeluarkan aura kecantikannya.

Sepintas ia tampil sebagai wanita yang cerdas, mengetahui banyak hal terutama dalam olah kecantikan dan dunia marketing. Maklum, dia seorang sarjana marketing dari sebuah universitas di Jawa Barat. Namun, kalau sudah bicara panjang lebar, maka Cintya berubah menjadi wanita metropolitan, suka belanja, clubing, menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan. Hari-harinya dihabiskan untuk merawat kebugaran tubuhnya di studio senam dan salon. "Dia itu sekarang menjadi istri simpanan pejabat," bisik Imran.

Dari Cintya kami beralih ke rumah kos lain. Di sana kami menemui Della. Ia seorang mahasiswi. Berbeda dengan Cintya, penampilan Della lebih sederhana. Soal wajah, sangat tidak mengecewakan. Awalnya, Della memang tidak mau buka suara. Namun, Imran memberikan jaminan bahwa kami hanya ingin mendapat cerita. Bukan membeber jati dirinya, apalagi orang lain.

Dari situ Della buka kartu. Ia mengaku sudah tujuh bulan menjadi istri simpanan seorang pejabat dari Ciamis. Della mengaku, sedari awal ia tahu lelaki itu sudah beristri dan beranak. Usianya jauh lebih tua darinya."Kita sepakat tidak menyebut jati diri Bapak kan," Della mengelak ketika kami mencoba memancing jati diri sang pejabat tua yang beruntung itu.

Della mengaku menjalani hidupnya sekarang karena pergaulan. "Dulu saya selalu berpenampilan tertutup, pakai jilbab. Pendidikan agama kami sangat kuat," Della membuka cerita. Namun, lanjut dia, kondisi itu terus berubah seiring perkembangan waktu dan pergaulan. "Ketika di kampus, banyak teman-teman yang berpenampilan seksi, dan segalanya tercukupi. Terus terang, aku tak kuat menghadapi godaan ini," katanya lirih.

Alkisah bak cerita sinetron, Della pun mengubah penampilannya. Ia terseret arus global, dandan minim dan suka clubing malam. "Dari situ, tiba-tiba aku merasa lebih cantik dari teman-teman. Kalau gitu, aku bisa lebih dari mereka," ujarnya.

Hingga suatu ketika ia bertemulah dengan sang pejabat dari Ciamis itu. Hubungan kami berawal dari perkenalan dari teman, terus minum kopi, jalan berdua, makan berdua terus belanja berdua. "Kemudian Bapak memanjakan saya. Apa yang saya mau dibelikan. Hape, BB hingga pakaian-pakaian mahal, dan akhirnya saya disewakan tempat kos yang lebih mewah dan lengkap," katanya.

Kini hubungan Della dengan sang pejabat sudah lebih dari teman. Bahkan ia mengaku sudah menjadi istri simpanan sang pejabat tadi. Meski begitu, ia masih bisa bebas. "Bapak tidak terlalu membatasi, karena yang tahu ya cuma kita berdua," katanya.

Selama menjadi simpanan, gaya hidup Della semakin gaul dan wah. Termasuk untuk biaya hidup dan kuliah, sama sekali sudah tidak pernah menjadi beban dalam kesehariannya. “Awalnya aku memang pengen seperti teman-teman itu dan setelah berhubungan dengan lelaki ini semua bisa terwujud,” katanya terus terang.

Belakangan, Della merasakan sesuatu yang lain. Dia mengaku sering menyesali apa yang telah dilakukannya selama ini. “Saya semakin sadar, ternyata kebahagiaan tidak sepenuhnya atas uang dan kemewahan yang ada. Jujur, saya ingin menyudahi semua ini,” katanya. Tapi ia masih bingung menentukan bagaimana cara untuk mengakhiri semuanya dalam kondisinya yang juga masih butuh biaya besar untuk hidup sehari-hari dan membiayai kuliah
http://www.jpnn.com/read/2011/01/09/…stri-Simpanan-

————–

Status ‘isteri simpanan’ dengan ‘gendakan’ itu beda. Kalau isteri simpanan itu biasanya dinikah semi-resmi alias di nikah siri oleh si Pejabat. Si wanita akan mendapat jatah duit bulanan lumayan besar untuk dirinya sendiri, sebuah rumah atau apartemen lengkap, dan sebuah mobil se kelas Honda-Jazz. Mengumpuli ‘isteri simpanan’ selain HALAL dan bersih (karena tidak harus SALOME seperti halnya kalau pelacur atau gendakan yang bisa punya pasangan lebih dari 1 pria kencannya), bisa meningkatkan gairah hidup si Pejabat yang dilingkupi oleh suasana stress di pekerjaannya. Itulah sebabnya, kebanyakan para Pejabat kita lebih memilih berbini dua daripada memelihara gendakan atau ngecer dimana saat membutuhkan semata.

Bagi si wanita, jadi isteri simpanan, asal di nikahi secara sah menurut agama, tidaklah mengapa dan merugikan dirinya. Biaya hidup yang rutin diterima dari suami orang itu, setidaknya bisa dipakai untuk memenuhi keinginan untuk melanjutkan kuliah (daripada menjadi ‘ayam kampus’). Dan, si isteri simpanan itu bisa saja berharap, siapa tahu isteri tua si pejabat itu tiba-tiba kena sakit berat, lalu mati. Kalau tak mati-mati, biasanya isteri muda menggunakan jasa dukun untuk mengguna-guna madunya itu sampai tewas. Maka setelah itu dia bisa menguasai sang suami secara penuh tentunya, terutama hartanya. Tapi jadi masalah, bila si suami yang umumnya sudah berusia kepala 5 itu, akibat terlalu bersemangat ‘menggenjot’ isteri simpanannya tadi, lalu mengkonsumsi obat-obatan sekelas viagra. Akibatnya banyak pula yang tewas tak lama setelah punya isteri simpanan itu, si pejabat tak sampai mencapai usia pensiunnya …. tinggallah si isteri simpanan itu menjadi Janda tanpa status yang jelas. Tapi biasanya, modal kekayaan yang dulu berhasil ditabung dari hasil pemberian suami yang pejabat itu, cukup bagi si janda ini mencari suami baru yang pejabat pula, atu setidak bisa memperoleh brondong mahasiswa yang masih ingusan … :D

[True Story] Nikmatnya Bisa Kuliah meski jadi Isteri Simpanan Pejabat

Info yg dicari : cerita sex mahasiswi, cerita ngesek, Cerita sex mahasiswa, cerita sexs, cerita seks mahasiswi, cerita seks mahasiswa, cerita mahasiswa, cerita sex istri simpanan, cerita sex pejabat, seks story,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  1. 2 Responses to “[True Story] Nikmatnya Bisa Kuliah meski jadi Isteri Simpanan Pejabat”

  2. Memang nikah sirri itu mulia atau sangat mulia bila dibandingkan dengan gendakan (perzinaan), bagaimana dengan hukum kita di negeri ini, bagaimana hukum adat di beberapa daerah muslim… dan bagaimana dampak negatif yang ditimbulkan oleh nikah sirri… untuk ini sudah banyak tulisan yang dapat kita baca di situs-situs terkait.

    By Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH. on Mar 6, 2012

  3. we, jangan terlalu lonte. Tidak ada ajaran agama untuk yu hidup seperti itu

    By pukilonte on Apr 11, 2012

Post a Comment