Trend DINASTI Menggantikan Kepala Daerah yg Lengser, Terus saja Terjadi!

April 19, 2012 – 2:26 pm
Istri Walikota Siap Bertarung Pilkada Prabumulih
Rabu, 18 April 2012 21:28 WIB

SRIPOKU.COM,PRABUMULIH-Pemilihan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah kota Prabumulih bakal semarak. Hal ini dikarenakan Hj Herawati yang merupakan istri dari walikota Prabumulih, Drs Rachman Djalili siap bertarung dalam Pilkada kota Prabumulih. Hj Herawati terlihat datang ke DPD PAN kota Prabumulih, Rabu (18/4) pukul 16.00 untuk mengambil formulir calon walikota dan wakil walikota periode tahun 2013-2018. Hj Herawati, yang juga ketua Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kelurahan/Desa, merupakan orang keempat yang mengambil formulir dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Sebelumnya, Ir Ridho Yahya yang juga wakil walikota Prabumulih, Ir Hanan Zulkarnain, dan Suspita Herianti SE, juga mengambil formulir bakal calon walikota dan wakil Walikota. Sebelumnya anggota DPRD Kota Prabumulih Suspita Herianti, terlebih dahulu mengambil formulir dengan diiringin keluarga dan tim sukses (timses) sekitar pukul 11.00. Setelah itu, pukul 16.00, Hj Herawaty Mkes mendatangi kantor DPD PAN kota Prabumulih yang diiringi timsesnya.

Kedua wanita ini diterima langsung oleh Ketua DPD PAN kota Prabumulih H Memet, Ketua tim tujuh Hj Nurlen Asni dan sekretaris Syarkowi.Anggota DPRD kota Prabumulih Suspita mengakui siap mencalonkan diri sebagai walikota dan wakil walikota Prabumulih. “Ya, saya datang kekantor PAN kota Prabumulih ini untuk menggandeng PAN dalam pemilukada Prabumulih nanti,” ujarnya.

Dengan majunya dalam pemilukada nanti, ia beralasan, dirinya masuk dalam hasil survey. “Intinya, bila diberikan kesempatan memimpin Prabumulih saya siap membangun kota Prabumulih lebih maju lagi,” jelas Suspita. Hal senada, istri Walikota Prabumulih Hj Herawaty mengaku siap bertarung dalam pemilukada Prabumulih nanti. “Saya kesini silaturahmi dan bila Allah meridhoi serta diberikan amanat memimpin Prabumulih, saya siap membangun kota Prabumulih,” katanya.

Diakuinya, sudah saatnya wanita memimpin kota Prabumulih. “Sudah banyak contoh didaerah lain wanita menjadi pemimpin di kabupaten/kota. Hal ini juga membuat say terpanggil maju dalam pilkada nanti,” tegas Herawaty. Untuk itu, ia mengharapkan dukungan kepada masyarakat Prabumulih. “Mohon doa dan dukungan saudara-saudaraku dan masyarakat di Prabumulih. Niat ini tulus dari hati saya,”ujarnya. Sementara, Ketua DPD Kota Prabumulih H Memet mengaku sangat senang dengan kehadiran dua wanita yang sudah mengambil formulir dari PAN. “Niat baik mereka (Herawaty dan Suspita, red) mari kita dukung,”jelasnya.
http://palembang.tribunnews.com/2012…ada-prabumulih

Sorotan Pergantian Bupati/Walikota di Jatim 2012-2013
Senin, 16 April 2012 | 04:14 WIB

Tahun 2012-2013, ada sejumlah bupati/walikota di Jawa Timur yang akan mengakhiri masa jabatannya. Fenomena yang menarik, ada Bupati yang menyiapkan istri, anaknya dan pejabat kepercayaannya. Kecenderungan penerapan kroni-kroni Bupati/Walikota seperti ini menunjukkan gejala apa? Ini indikasi bahwa Pilkada tingkat Kabupaten/kota se Jatim sampai kini masih beluim lepas dari permainan suap dan sogok alias money politics.

Permainan uang semacam ini dalam jangka pendek menyenangkan para pemilih. Para pemilih dipaksa memilih orang karena disodori uang dan bukan karena figur yang mumpuni atau program kerakyatan Bupati/Walikota. Praktik money politic dan KKN yang melibatkan istri dan anak -anaknya seperti ini dalam jangka panjang, minimal 5 tahun dapat dijadikan ajang bisnisnya. Misal, 3 tahun pertama modal kampanye sudah harus kembali. 2 tahun berikutnya menghimpun dana untuk mempertahankan kekuasaannya.

Tidak keliru, bila KPK mengincar praktik suap-menyuap antara eksekutif dengan legislatif terkait pengesahan APBD dan Perda. Untuk itu, Harian Surabaya Pagi, akan menulis pilkada di Pemkab Probolinggo, Pasuruan, kota Batu, Bojonegoro, Jombang, Tulung Agung, kota Kediri, Sampang dan Bangkalan. Liputan pertama minggu ini dimulai dari "Pergantian Bupati Tulungagung Ir. Hery Tjahjono MM, yang sudah 2 kali Menjabat".

Dalam Pilkada di Tulungagung, konon, wartawan senior Jawa Pos, Margiono, yang kini menjadi Ketua Umum PWI Pusat akan mencalonkan sebagai pengganti Heru. Maklum, Margiono, adalah putra daerah Tulungagung yang kini sukses memimpin harian Rakyat Merdeka, Jakarta. Akankah Margiono, tetap maju atau ia ingin merebut posisi Menkoinfokom, yang kini dijabat Tifakul Sembiring, dari PKS. Tifakul, digoyang akan di reshuffle oleh Presiden SBY, karena PKS mbalelo soal penetapan kenaikan harga BBM, 31 Maret 2012 yang lalu.
http://www.surabayapagi.com/index.ph…3a2611de65dd56

Yang Sudah Pernah Terjadi seperti berita dibawah ini…

Quote:

Dua Istri Bupati Kediri Maju di Pilkada Kediri
Metro Malam / Nusantara / Jumat, 5 Maret 2010 00:28 WIB

Metrotvnews.com, Kediri: Pemilihan Bupati Kediri periode 2010 – 2015 akan terasa istimewa. Betapa tidak, dua dari tiga calon yang akan bersaing merupakan istri dari bupati Kediri saat ini, Sutrisno. Jabatan Sutrisno akan resmi berakhir 19 Agustus 2010 mendatang. Dua calon bupati itu antara lain Haryanti dan Nurlaila. Haryanti sebagai istri pertama dan seorang dokter umum aktif sebagai ketua penggerak PKK Kabupaten Kediri. Ia mengklaim mendapat dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, PKNU dan Golkar.

Sementara, Nurlaila adalah adalah Kepala Desa Wates selama 14 tahun. Ia mengklaim telah didukung Partai Amanat Nasional dan 23 partai non-parlemen. Nilai jual Nurlaila adalah perbaikan bidang pendidikan, pertanian serta kesejahteraan kepala desa. Dua istri bupati itu akan bersaing juga dengan calon ketiga, yakni Sunardi dari kalangan profesional. Sunardi mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa.
http://metrotvnews.com/index.php/met…Pilkada-Kediri

Menantu dan Istri Bupati, Masuk Bursa Calon Bupati
Rabu, 25 November 2009 00:08 wib

BANDUNG – Partai Golkar Jawa Barat sudah menyiapkan kadernya untuk bertarung dalam pilkada di lima daerah pada 2010 mendatang. Dalam bursa calon kepala daerah dari Partai Golkar, nama kerabat dekat bupati muncul ke permukaan. Hal itu diungkapkan Ketua DPD I Partai Golkar Jabar, Uu Rukmana, Selasa (24/11/2009).

Untuk pilkada Kabupaten Bandung, nama menantu Bupati Bandung Obar Sobarna, Dadang Naser, masuk dalam bursa calon Bupati Bandung dari Partai Golkar. Sementara di Kabupaten Indramayu, muncul nama istri Bupati Indramayu Irianto MS Syaifuddin, Anna Sophana. Namun, Uu tidak menyebutkan nama calon bupati/wali kota untuk tiga daerah lainnya.

"Kita lihat saja nanti, nama yang muncul sekarang memang itu," ungkap Uu saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Jabar, Selasa (24/11/2009). Kelima pilkada di Jabar yang akan digelar pada 2010 mendatang masing-masing Kabupaten Sukabumi, Karawang, Indramayu, Bandung, dan Kota Depok.

http://news.okezone.com/read/2009/11…a-calon-bupati


——————-

Seharusnya di dalam UU Pilkada itu dimasukkan pasal-pasal pembatasan untuk mencegah KKN. Misalnya, kerabat Kepala Daerah dilarang mencalonkan Pilkada sampai jeda 1 periode (5 tahun) setelah Kepala Daerah ybs lengser. Jadi, 5 tahun setelah seorang Bupati/Walikota lengser, baru sanak kerabatnya boleh ikut Pilkada lagi. Tapi karena tak ada, itulah yang banyak terjadi sekarang, termasuk di kota gua, kota Malang. Walikota Malang yang sekarang terang-terangan mengkampanyekan isterinya yang pertama untuk maju menjadi calon penggantinya tahun 2013 nanti.

Trend DINASTI Menggantikan Kepala Daerah yg Lengser, Terus saja Terjadi!

Info yg dicari : Fotomemek hajjah santri, HASIL PILKADA PRABUMULIH 2013, survey pilkada jabar terbaru,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment