Tan Fan May Perlakukan Pembantunya Seperti Binatang

September 29, 2011 – 1:26 am
Marlena: Mau Tidur, Saya Dirantai Seperti Anjing
Tan Fang Didampingi Penasehat Hukum

Rabu, 21 September 2011 20:56:02 WIB
Reporter : Nyuciek Asih

Surabaya (beritajatim.com) – Saksi korban penganiayaan berat yakni Marlena didatangkan ke persidangan guna memberikan keterangan pada majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (21/9/2011).

Dalam kesaksiannya, Marlena mengungkapkan betapa sadisnya tindakan keluarga Tan Fang May (47), warga Jl Darmo Permai Selatan, Surabaya, terhadap dirinya.

Perempuan berjilbab asal Tuban itu menceritakan siksaan yang telah dialaminya, selama menjadi pembantu rumah tangga (PRT) di rumah Tan Fang May.

Marlena menceritakan bagaimana peristiwa tragis itu pertama kali ia terima. Yakni saat dia dituding merusak kulkas milik majikannya, Tan Fang May. “Saya dipukul lebih dari sepuluh kali,” kata Marlena.

Dia mengaku pernah pula dipukul menggunakan sortir panas. Selain itu, dia juga pernah disiram minyak panas, ditempeleng, dan diinjak-injak.

Penyiksaan yang diterimanya ternyata tidak berhenti di situ saja. Selang beberapa hari kemudian, dirinya kembali diperlakukan tidak manusiawi. Bahkan, kali ini perlakuan majikannya itu lebih sadis dari sebelum-sebelumnya. “Saya dirantai di pergelangan gangan tanggan, Pak,” ucap Marlena.

Marlena dirantai majikannya dengan menggunakan rantai anjing. Dia dirantai selama enam hari lamanya. Dari masa kerangkengnya itu, dia hanya dilepas pagi harinya saja, dan dirantai kembali di malam harinya. “Saya dirantai kalau mau tidur,” tandas dia.

Perempuan yang saat bersaksi dengan menggunakan pakaian serba putih itu mengungkapkan, anggota keluarga pertama yang merantai dirinya adalah Hoseya. Selain itu, Ezra dan Rony juga ikut ikut-ikutan merantai dirinya. Bahkan, Dwi Fitri (19), teman sesama pembantu, juga ikut merantai dirinya atas perintah majikannya.

Selama masa perantaian, Marlena dipaksa mengakui perbuatan mencuri perhiasan yang dituduhkan kepadanya. Jika tidak, dia diancam akan disiram menggunakan minyak panas. “Saya terpaksa mengaku, Pak hakim,” ucap dia dengan suara lirih.

Dalam sidang yang diketuai hakim Unggul itu diperlihatkan pula bukti-bukti foto bekas luka di tubuh Marlena, buah penyiksaan Tan Fang May cs. Yang menarik, selama mendengarkan keterangan Marlena, terdakwa Tan Fang May sempat sesenggukan kecil, seperti menahan tangis. Tak jelas, apakah itu tanda ia menyesal atau karena alasan lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tan Fang May cs dihadapkan pada proses persidangan karena diduga menyiksa Marlena, PRT yang bekerja di rumahnya, 2010 lalu. Kasus ini terungkap setelah keluarga Tan Fang May melaporkan Marlena dengan tuduhan mencuri perhiasan.

Setelah diperiksa, polisi curiga dengan kondisi fisik Marlena. Polisi curiga Marlena mengalami penyiksaan. Dugaan polisi benar. Marlena ternyata mengalami penyiksaan bertubi-tubi dari majikannya. Setelah Marlena dimintai keterangan, terbukalah fakta penyiksaan sadis keluarga Tan Fang May terhadap pembantunya itu.

Dalam kasus ini, enam terdakwa didudukkan sebagai pesakitan. Terdakwa satu keluarga itu adalah Eddie Budianto (50 tahun), Ezra Tantoro Suryaputra (27 tahun), Rony Agustian Hutri (32 tahun), dan Tang Fang May. Mereka diancam hukuman maksimal 10 tahun sesuai Pasal 44 (2) Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang PKDRT.[uci/ted]

http://www.beritajatim.com/detailnew…perti_Anjing__

Tan Fan May Perlakukan Pembantunya Seperti Binatang

Info yg dicari : ceritasexsadis, cerita sex sadis 2010, ceritasexpenyiksaan, cerita penyiksaan wanita, cerita panas penyiksaan, cerita sex penyiksaan sadis, Cerita seks penganiayaan, cerita seks 2010, www ceritasexsadis com, cerita panas binatang,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment