Rektor IPDN Minta Maaf Pada Warga Sunda

January 16, 2011 – 10:26 pm
Bandung – Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi meminta maaf di hadapan masyarakat sunda dalam pertemuan di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu
(16/1/2011) malam. Dalam pertemuan dengan sekitar 100 perwakilan masyarakat sunda dari berbagai elemen itu, Nyoman belasan kali mengucapkan permintaan maaf.

Nyoman yang mengenakan kemeja biru itu mengaku tidak bermaksud menghina masyarakat sunda. Bahkan, ia bersumpah di hadapan warga yang hadir bahwa ia sama sekali tidak berniat menyulut konflik.

"Saya minta maaf. Kalau ternyata apa yang saya sampaikan waktu itu diterima (masyarakat) persepsinya salah, saya minta maaf," kata Nyoman usai pertemuan di hadapan wartawan.

Ia mengaku saat apel pagi Rabu (12/1/2011) lalu hanya meminjam istilah orang sunda berkenaan dengan banyaknya kasus pencurian di IPDN akhir-akhir ini. Dalam pandangannya, orang sunda penuh dengan landasan kearifan lokal, tutur katanya lembut, sampai-sampai maling pun tidak ditegur.

"Saya mohon maaf, sehingga teman-teman yang menerima itu tidak mengerti apa maknanya," ungkapnya.

Nyoman mengatakan, keluarga besarnya banyak terdiri dari orang sunda. Sehingga, tidak mungkin dirinya melecehkan orang sunda. Kemudian ia kembali meminta maaf. Jika dihitung-hitung, Nyoman mengucapkan maaf hingga belasan kali.

"Keluarga besar saya banyak orang sunda. Satu ujung rambut pun saya tidak membenci orang sunda. Dan demi Allah, saya tidak menyebut orang sunda maling," jelasnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut, hadir di antaranya Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni, Kapolres Sumedang AKBP Nurulah, dan tokoh masyarakat.

Pertemuan itu berlangsung cukup alot karena dari berbagai elemen yang datang memiliki pandangan berbeda. Hal itu terkait empat tuntutan dari Aliansi
Masyarakat Sunda, khususnya permintaan pertama.

Tuntutannya, mereka meminta Nyoman minta maaf secara terbuka di media cetak dan elektronik selama 7 hari berturut-turut. Perwakilan massa ada yang menginginkan Nyoman memenuhi tuntutan tersebut, namun ada yang menolak.

Mereka yang menolak menganggap permintaan maaf dalam tersebut dinilai cukup. Sebab, substansinya adalah permintaan maaf dan itu sudah dilakukan. Nyoman pun akhirnya hanya meminta maaf di hadapan mereka yang hadir, tanpa harus dimuat di media cetak dan elektronik.

Sementara usai pertemuan tersebut, mereka yang hadir menyalami Nyoman satu per satu. Massa kemudian membubarkan diri.

Spoiler for sumber:

http://bandung.detik..com/read/2011/01/17/014817/1547861/486/rektor-ipdn-minta-maaf-pada-warga-sunda?9911012

____________________________
Jika Hasil Pertemuan Malam Ini Tak Memuaskan, Warga Ancam Demo

Bandung – Penanggungjawab Aliansi Masyarakat Sunda Dudi Supardi menyatakan, jika dalam pertemuan malam ini tidak didapat kesepakatan atau keputusan yang memuaskan warga, pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar dari hari ini.

Dalam pertemuan nanti malam yang rencananya akan digelar di Hotel Puri Khatulistiwa, ada tiga tuntutan yang ingin disampaikan.

Pertama, meminta rektor IPDN meminta maaf secara terbuka di media cetak dan elektronik selama 7 hari berturut-turut. Kedua, meminta rektor IPDN mundur dari jabatannya. Tiga menyediakan ruang publik untuk masyarakat Jatinangor. Dan keempat, meminta IPDN peduli pada pengembangan masyarakat Jatinangor.

"Itu merupakan tuntutan kami. Jika hasil pertemuan nanti malam tidak memuaskan, kami akan melanjutkan aksi dengan massa yang lebih banyak," jelas Dudi Supardi, saat ditemui di depan Kampus IPDN, Minggu (16/1/2011).

Saat disinggung kebenaran isu SARA yang berkembang yang keluar dari mulut rektor IPDN, Dudi mengaku belum tahu kebenarannya secara pasti. Namun, pihaknya sudah melakukan identifikasi terhadap isu tersebut.

"Kami memang tidak dengar secara langsung karena statement itu ada dalam apel. Tapi kami sudah melakukan identifikasi. Dari beberapa data yang didapat, betul pak nyoman berkata seperti itu," jelasnya.

Sementara dalam pertemuan malam ini, direncanakan sekitar 100 perwakilan warga akan hadir. Diharapkan, hasil dari pertemuan tersebut didapat hasil memuaskan bagi semua pihak.

"Nanti perwakilan yang datang sekitar 100 orang. Itu dari berbagai elemen masyarakat," pungkasnya.

Warga di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dilanda isu tak sedap yang berhembus dari kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Isu itu menyebutkan kalau Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi menghina orang Sunda. Warga pun mendesak Nyoman meminta maaf.

Isu dari SMS itu mulai menyebar luas pada Rabu (12/1/2011). Informasi yang dihimpun Nandang, SMS itu muncul setelah adanya kabar Nyoman berucap kalimat yang menyinggung orang Sunda. Perkataan Nyoman itu kabarnya dilakukan saat memberi sambutan di hadapan banyak orang dalam acara ‘Evaluasi Kinerja di Lingkungan IPDN’ di Kampus IPDN Sumedang, Rabu (12/1/2010).
________________________________
Warga dan Pedagang Gelar Aksi Spontan
Meski Aliansi Masyarakat Sunda batal menggelar aksi di depan halaman Kampus IPDN, namun ternyata ada gelombang aksi dari massa yang berbeda yang justru berhasil unjuk rasa. Sekitar 200 orang warga dan pedagang di Jatinangor khususnya yang berada di sekitar IPDN itu pun melakukan aksi secara spontan.

Tak diketahui siapa yang mengkoordinir ratusan warga dan pedagang ini. Karena aksi ini dilakukan hampir bersamaan dengan aksi yang dilakukan di Saung Budaya Sunda (Sabusu) tempat massa dari Aliansi Masyarakat Sunda berkumpul.

Aksi ini berlangsung selama sekitar 30 menit. Massa yang juga terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak itu hanya berteriak-teriak mengungkapkan kekecewaan mereka lalu membubarkan diri pada pukul 16.30 WIB.

Penanggung jawab aksi dari Aliansi Masyarakat Sunda, Dudi Supardi mengaku bahwa aksi tersebut bukanlah bagian dari kelompoknya.

"Mereka kebanyakan pedagang yang sebelumnya berjualan di Masjid sekitar IPDN. Tapi mereka tidak boleh berjualan setelah ada kebijakan rektor saat ini. Selain itu yang ikut aksi ini adalah warga sekitar, bukan dari kelompok kami," ujar Dudi di depan kampus IPDN, Jalan jatinangor-Sumedag, Minggu (16/1/2011).

Ia menegaskan aksi di depan kampus bukanlah settingan dari Aliansi Masyarakat Sunda. "Bukan settingan, ini akumulasi warga sekitar dan para pedagang yang sebelumnya jualan di dalam," katanya.

Sementara itu Kapolres Sumedang AKBP Nurullah, langsung menurunkan sekitar 100 personel di sekitar kampus. "Kita siapkan 100 personel kalau kurang kita tinggal dibantu dari polsek," katanya di tempat yang sama.

Namun Nurullah menolak disebut kecolongan atas aksi di depan kampus tersebut. "Ngga kecolongan, ini karena banyak warga yang nonton makanya kelihatan banyak," elaknya.

Masih di lokasi yang sama, Camat Jatinangor Nandang Suparman mengatakan aksi tersebut merupakan gerakan spontanitas yang dilakukan karena adanya ketidakpuasan terhadap IPDN.

"Ini diindikasikan sebagai bentuk klimaks ketidakpuasan warga terhadap individu di IPDN itu sendiri. Aksi disini tidak jelas siapa yang mengkoordinirnya," kata Nandang.

Pantauan detikbandung hingga saat ini para petugas masih berjaga. Sementara puluhan warga masih ada yang bertahan untuk nongkrong di depan Kampus IPDN. Di depan Kampus IPDN terpasang 4 spanduk dari Aliansi Masyarakat Sunda.

Di tembok bagian depan juga terpasang kertas dengan berbagai tulisan yang sepertinya ditempel oleh warga dan demonstran yang melakukan aksi. Diantaranya pada kertas tersebut tertulis ‘Untuk IPDN, Berdayakan Warga Jatinangor’, ‘Warga Jatinangor Siap Melawan Pada Siapapun yang Ingin Memecah Belah Persatuan’.
________________________
Sore Ini, Warga Akan Geruduk Kampus IPDN
Warga Jatingangor yang tergabung Aliansi Masyarakat Sunda akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus IPDN, Jalan Raya Jatinangor-Sumedang, sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (16/1/2011) . Rencananya massa akan datang dari 12 perwakilan desa, LSM, dan tokoh masyarakat.

Diperkirakan massa yang akan datang lebih dari 2 ribu orang. Menurut penanggung jawab aksi Dudi Supardi, aksi akan dilakukan dengan menampilkan kesenian Sunda.

"Ada keinginan dari masyarakat untuk melakukan presure kepada IPDN sebelum pertemuan nanti malam. Massa yang datang lebih 2 ribu dan akan menampilkan beragam kesenian sunda," ujar Dudi saat ditemui di Kantor Desa Cikeruh, Jalan Kolonel Achmad Syam, Minggu (16/1/2011).

Tujuan menggelar aksi, adalah untuk menunjukkan identitas masyarakat Sunda yang sebenarnya. Hal itu dilakukan untuk menanggapi isu SARA yang berhembus beberapa hari terakhir di Jatinangor.

"Kami ingin menunjukkan, seperti apa masyarakat Sunda itu," katanya.

Dudi mengatakan, sebelum melakukan aksi massa akan berkumpul di Saung Budaya Sunda (Sabusu) sebelum bergerak bersama ke depan kampus IPDN. Sambil berjalan kaki, mereka akan menampilkan berbagai macam budaya Sunda. Ia menambahkan, malam ini akan digelar pertemuan antara aliansi masyarakat sunda, perwakilan IPDN serta perwakilan pihak lain untuk menyelesaikan masalah yang ada. Pertemuan tersebut antara lain akan dihadiri Kapolres Sumedang, Dandim Sumedang, dan Rektor IPDN.

Warga di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dilanda isu tak sedap yang berhembus dari kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Isu itu menyebutkan kalau Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi menghina orang Sunda. Warga pun mendesak Nyoman meminta maaf.

Isu dari SMS itu mulai menyebar luas pada Rabu (12/1/2011). Informasi yang dihimpun Nandang, SMS itu muncul setelah adanya kabar Nyoman berucap kalimat yang menyinggung orang Sunda. Perkataan Nyoman itu kabarnya dilakukan saat memberi sambutan di hadapan banyak orang dalam acara ‘Evaluasi Kinerja di Lingkungan IPDN’ di Kampus IPDN Sumedang, Rabu (12/1/2010).
__________________
beginilah jika TRIDARMA PERGURUAN TINGGI (PENDIDIKAN,PENELITIAN dan PENGABDIAN PADA MASYARAKAT) sudah ditinggalkan :army:

Rektor IPDN Minta Maaf Pada Warga Sunda

Info yg dicari : berita ipdn terbaru, berita terbaru ipdn, kasus ipdn terbaru, berita ipdn, kasus ipdn 2011, berita IPDN 2011,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment