Putusan Pengadilan Militer Kodam Cenderawasih yang Mengecewakan…(Kasus penyiksaan)

November 12, 2010 – 9:26 am
VIDEO PENYIKSAAN WARGA PAPUA
Putusan Mengecewakan
Jumat, 12 November 2010 | 03:15 WIB

Jakarta, Kompas – Berbagai pihak menyesalkan putusan Pengadilan Militer Kodam Cenderawasih dalam kasus penyiksaan warga Papua di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, yang beredar lewat situs YouTube beberapa waktu lalu.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar di Jakarta, Kamis (11/11), menyesalkan tetap dipaksakannya proses persidangan.

Seharusnya, kata dia, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) melakukan penyelidikan independen hingga terlaksananya Pengadilan HAM.

Thaha Al Hamid selaku Sekjen Presidium Dewan Papua menyesalkan tidak terungkapnya apakah masyarakat yang disiksa itu benar-benar anggota Organisasi Papua Merdeka atau tidak.

Hakim Pengadilan Militer III-19 Kodam XVII/Cenderawasih, Kamis, menjatuhkan masing-masing lima bulan penjara bagi Praka Syahmin Lubis, Prada Joko Sulistyono, dan Prada Dwi Purwanto. Hukuman ini lebih berat dari tuntutan jaksa tiga bulan. Mereka terbukti melanggar Pasal 103 KUHPM juncto Pasal 56 KUHP, yaitu melanggar perintah atasan atau tidak mematuhi perintah dinas untuk memperlakukan masyarakat dengan baik.

Pemberi perintah, yaitu Letda Infanteri Cosmos, dijatuhi hukuman tujuh bulan penjara karena pasal yang sama. Hukuman ini lebih panjang tiga bulan dari tuntutan semula. ”Ini memang masalah sudut pandang. Jakarta masih memandang Papua sebagai musuh,” kata Al Thaha.

Kontras menganggap putusan itu mengabaikan keterangan para korban, yaitu Goliat Tabuni, K Wenda, dan Tives Tabuni. Hukuman itu juga tidak bisa meraih penanggung jawab komando. ”Ini bukti bahwa mekanisme peradilan militer tidak mampu menghadirkan rasa keadilan bagi korban dan publik serta jauh dari standar hak asasi manusia,” kata Haris Azhar.

Secara terpisah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat dituduh memata-matai tokoh agama di Papua. Hal ini disampaikan Allan Nairn, wartawan asal Amerika Serikat, dalam blognya, 9 November 2010. Dalam blognya, Allan Nairn melampirkan salinan dari laporan Pos I Kotaraja dan laporan harian.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Widjanarko mengatakan, pihaknya akan mengadakan evaluasi ke dalam berkaitan kebocoran dokumen itu. (EDN)

————————————————————————————————————————————
"Anda sekolah untuk melindungi dan menyelamatkan rakyat tertindas bukan untuk alat memanipulasi kebenaran,keadilan dan menindas rakyat kecil"

silahkan dibuka link dibawah ini, peristiwa inilah yang dibawa ke pengadilan, tetapi ini pengadilan Indonesia yang sama sekali tidak menghargai HAM dan Demokrasi. Pemerintah Indonesia memang belum terbiasa dengan dialog dan keterbukaan, walaupun usianya sudah 65 th tetapi belum dewasa dalam menyikapi perbedaan pendapat dengan pendekatan dialogis, karena pemerintah masih berada pada kekuatan militer dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi di Papua. Bagaimana dengan daerah daerah lain di Indonesia? dunia sudah berubah dan cara-cara yang diterapkan oleh militer ini sangat kampungan, dimanakah keadilan itu berada? dimanakah nilai-nilai PAncasila itu? hanya punya harapan yang besar dan berdoa pada Tuhan agar melewati setiap masalah yang ada dengan penuh keyakinan bahwa ada sesuatu harapan yang besar dibalik semua ini. GOD BLESS INDONESIA, GOD BLESS PAPUA…:iloveindonesia:iloveindonesia

BRUTALITY OF INDONESIA MILITARY IN WEST PAPUA:
http://www.facebook.com/video/video….omments&ref=mf

West Papuans being tortured by Indonesia Soldier:
http://www.facebook.com/video/video….omments&ref=mf

Agan kasih bonus
Inilah INdonesia Bhineka Tunggal Ika

Putusan Pengadilan Militer Kodam Cenderawasih yang Mengecewakan…(Kasus penyiksaan)

Info yg dicari : kabar militer terbaru, info terkini masalah papua merdeka, info terkini masalah west papua, putusan pengadilan militer,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  1. One Response to “Putusan Pengadilan Militer Kodam Cenderawasih yang Mengecewakan…(Kasus penyiksaan)”

  2. Indonesia telah membunuh tokoh-tokoh bangsa papua ini mengisyaratkan bangsa indonesia ingin perang dengan Bangsa Papua ,bukan dialog yang bangasa indonesia inginkan itu hanya basah basi bagi mereka ,semakin kita berteriak HAM besar-besar semakin kita dapat bunuh rame-rame ,jadi bangsa papua buka mata,buka hati,insting,hikmat,kepintaran bahwa bangsa indonesia minta perang dengan Bangasa Papua bukan dialog!

    By juan on Mar 4, 2011

Post a Comment