[PIC] Media Barat Kritik Pembangunan Berlebihan Mekkah sbg Komersialisasi Baitulullah

January 2, 2011 – 2:26 am
Arsitektur kota Mekkah zaman dulu kala:






Arsitektur kota Mekkah di masa depan:





Media Barat Kritik Pembangunan Berlebihan Kota Mekkah
Sabtu, 01 Januari 2011, 20:39 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH–Gemerlap dan mencolok. Begitulah penggambaran New York Times tentang kota suci umat Islam, Mekkah. Harian itu menggambarkan Mekkah sebagai bentuk karya elegan peradaban modern yang ditandai dengan sundulan gedung-gedung pencakar langit dan menara jam Makkah yang sangat tinggi. Itu belum termasuk bangunan pusat perbelanjaan mewah ataupun hotel kelas wahid.

Menurut NY Times, penghancuran bangunan peninggalan Ottoman abad ke 18 memang sangat sebanding dengan bangunan terkini meski hal penghancuran itu seharusnya tidak dilakukan. "Ini merupakan bentuk komersialisasi rumah Allah, " papar Sami Angawi, arsitek Saudi yang tengah mengarap riset tentang isu haji.

"Bayangkan saja, bangunan yang berada dekat masjid berdiri apartemen mewah yang disewakan pada pihak swasta selama 25 tahun. Jadi, jika anda ingin melihat pemandangan masjidil Haram maka anda harus membayar tiga kali lipat," katanya seperti dikutip dari NY Times, pekan lalu.

Dalam tulisanya, NY Times juga mengkritik pemerintah Arab Saudi yang dinilai mengabaikan akomodasi pertumbuhan penduduk Mekkah dengan membuat bangunan-bangunan yang justru membuat sempit ruang gerak para calon jamaah haji. "Dari pandangan arsitek, dan pejabat pemerintah, motif dari pembangunan kota Mekkah adalah uang. Buah keinginan untuk mengeruk keuntungan dari kota yang sangat disucikan," kritik NY Times.

Surat kabar itu juga menambahkan ekploitasi secara berlebihan kota Makkah dapat mengancam keberadaan peninggalan Nabi Muhammad SAW. Mentalitas itu yang dinilai NY Times membagi kota suci Mekkah. "Sepanjang pengamatan dapat terlihat bangunan mewah dan ekslusif mengelilingi masjid suci dan membuat kaum miskin kian terpinggirkan," tulis NY TImes.

NY Time mengakui pembangunan kota Mekkah jauh melebih kota besar negara-negara barat seperti New York. Proyek-proyek pembangunan yang ada tidak pernah dibuat sebelumnya, sebuah karya orisinil dari ahlinya.

Tengok saja gaya arsitektur kota tenda karya Frei Otto yang dibuat tahun 1970-an. Bangunan-bangunan ini terdiri dari struktur ringan dapat dilipat. Karya Otto terinspirasi dari tradisi suku nomaden Badui. Bangunan ini dibuat untuk menampung jamaah haji tanpa merusak ekologi halus bukit yang mengelilingi kota tua. Karya itu bukanlah satu-satunya.

Karya luar biasa juga tercermin dalam pembangunan terminal haji di Skidmore, Owings & Merrill, Bandara Internasional King Abdul Aziz. Bangunan terminal begitu menyentuh tradisi lokal dan kearifan lingkungan tanpa menghilangkan sisi modernitasnya.
http://www.republika.co.id/berita/br…an-kota-mekkah

—————-

Buat Momod, ini bukan thread SARA. Saya sendiri seorang muslim. Thread ini untuk membuka diskusi di kalangan Kaskuser yang tertarik dengan arsitektur perkembangan kota Mekkah belakangan ini. Secara pribadi sendiri, saya pun tak begitu ‘senang’ dengan konsep arsitektur yang diciptakan oleh Pemerintah Saudi saat ini di seputar Masjidil Haram. Terkesan terlalu arogan, hanya mementingkan bisnis dan pelayanan untuk jamaah berduit saja kelak, serta ‘mengecilkan’ konsep ruang dari Masjidil hHaram itu sendiri. Seharusnya, justru masjid itulah yang paling anggun dan paling besar dan paling mewah diantara semua bangunan disekitarnya, bukan sebaliknya. Islam mengajarkan, bangunan Masjid hendaknya paling mewah diantara semua bangunan rumah disekitarnya. yang dibangun Pemerintah Kerajaan Saudi sekarang ini, sebenarnya sedikit sekali yang memperluas banghunan Masjidil Haram. Mereka lebih mengutamakan membangun kawasan bisnis di sekitar Masjidil Haram itu, dengan bangunan apartemen dan hotel-hotel mewah berbintang lima di sekitar masjid. Masjid paling mulia itu, hanya ‘kebagian’ halaman di depan hotel-hotel dan apartemen mewah itu, untuk mengantisipasi luberan jamah Masjidil Haram itu.

[PIC] Media Barat Kritik Pembangunan Berlebihan Mekkah sbg Komersialisasi Baitulullah

Info yg dicari : mekkah 2011, makkah 2011, mekkah, mekah 2011, mekkah 2012, kota mekah 2011, makkah terkini, kota mekah terkini, mecca, mekah sekarang,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  1. 4 Responses to “[PIC] Media Barat Kritik Pembangunan Berlebihan Mekkah sbg Komersialisasi Baitulullah”

  2. di jawa timur, seorang muslim yang ingin haji maka maka harus rela antri selama 10 tahun.
    saya tidak tahu di daerah lain bagaimana, tetapi saya pikir tidak jauh beda. Ini terjadi karena begitu membludaknya calon jama’ah, sementara karena keterbatasan tempat maka pemerintah Saudi memberi kuota haji bagi tiap-tiap negeri muslim, termasuk negeri kita Indonesia.
    Kemudian, Raja Abdullah berinisiatif untuk memperluas masjid, tentu dengan sarana dan prasarananya. Ini sudah menjadi tradisi para amir Islam sejak zaman Shahabat Umar bin Al Khottob radhiyallahu anhu.
    sehingga volume jama’ah haji bisa meningkat, tentu efeknya juga ke calon jama’ah Indonesia agar tidak terlalu lama antri. Saya pikir tidak ada yang salah dari perluasan ini. Perluasan masjidil haram masih dalam pengerjaan, seperti dalam dua gambar terakhir yang di-upload.
    Satu-satunya yang membikin barat “berkomentar miring” adalah bahwa perluasan ini adalah yang terbesar dalam sejarah Islam. Volume perluasan di atas 150% yang masjid al haram terakhir. Itu belum termasuk pembanguna jembatan jamaraat yang artistik teman tetap pada vokus di peningkatan volume.
    Beda dengan tahun 70an, negara Saudi sekarang sudah kaya dari minyak, tidak terlalu memikirkan eksploitasi dari jama’ah haji. Bahkan Raja Abdullah menggelari dirinya dengan Pelayan dua kota suci.

    By indohaji on Sep 25, 2011

  3. mau semoderen apapun gamasalah asal jangan menghilangkan sejarah terdhulu dan sunah sunahnya

    By mila on Nov 2, 2011

  4. sudah dekat kiamat.. :(

    By daru on Nov 4, 2011

  5. Pelayanan yang prima dan unggul memang salah satu faktor yang didepankan, kenyamanan, keamanan, dan pelayanan di berbagai asfek untuk kenyamanan pelaksanaan jamaah yang menunaikan ibadah haji yang datang dari penjuru dunia kita patut ajungkan jempol untuk pemerintah arab saudi, dan itu menurut saya memang harus dilakukan tapi jangan sampai menghilangkan bukti-bukti sejarah peninggalan Rosulullah ( Islam ) dan pembangunan harus tetap memperhatikan kearifan lokal budaya arab yang islami dan tetap mengkedepankan kepentingan ibadah umat Islam seluruh dunia ….

    By ABDUL RAKHMAN on Nov 5, 2011

Post a Comment