[PIC] Kebo Toraja Memang Beda dengan Kebo Jawa

January 10, 2011 – 1:26 am
Keistimewaan Kerbau Toraja

Spoiler for Kebo Toraja yang Istimewa:










ciri khas ‘Kebo Toraja’ adalah kerbau petarung (fighter) sehingga ototnya kiuta tapi agak langsing. Di Toraja, jarang ada Kebo yang 100% mau di tuntun tuannya, sebab dia marah kalau hidungnya di ikat tali.

KOMPAS.com, Minggu, 9 Januari 2011 | 11:22 WIB – Jika di sebagian belahan Nusantara kerbau hanya dipandang sebagai hewan ternak dan sering kali ditemukan berkubang lumpur di sawah, tidak demikian halnya dengan kerbau yang ditemukan di sekitar kehidupan sehari-hari masyarakat Toraja. Bagi mereka, kerbau memiliki posisi istimewa dan menjadi salah satu simbol prestise dan kemakmuran.

Dalam upacara adat Toraja seperti Rambu Solo, kerbau memegang peranan sebagai peranti utama. Kerbau digunakan sebagai alat pertukaran sosial dalam upacara tersebut. Jumlah kerbau yang dikorbankan menjadi salah satu tolok ukur kekayaan atau kesuksesan anggota keluarga yang sedang menggelar acara, sebagaimana di Kecamatan Balusu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (27/12/2010). Kebanggaan akan hal tersebut terlihat dari jumlah tanduk kerbau yang dipasang pada bagian depan tongkonan (rumah tradisional Toraja) keluarga penyelenggara upacara Rambu Solo.

Bentuk fisik kerbau yang oleh masyarakat Toraja disebut tedong itu berbeda dengan yang banyak ditemukan di kawasan lainnya. Kerbau Toraja rata-rata berbadan kekar dan beberapa di antaranya memiliki kulit belang serta tanduk memanjang. Dengan berbagai keistimewaan tersebut, tidak heran jika harga seekor kerbau yang kondisi fisiknya dinilai sempurna oleh masyarakat setempat dapat mencapai harga Rp 300 juta per ekor.

Agar tubuh kerbau menjadi kekar dan kuat, susu dan belasan butir telur ayam menjadi santapannya sehari-hari. Kekuatan dan postur tubuhnya akan sangat berpengaruh pada nilai jual serta daya tempur kerbau di arena adu kerbau.

Kerbau yang sering muncul sebagai pemenang memiliki penggemar tersendiri di arena pertandingan yang digunakan sebagai ajang hiburan rakyat serta pertaruhan uang antarwarga tersebut.
http://oase.kompas.com/read/2011/01/…rbau.Toraja.-8

Kebo Jawa ….

Spoiler for Karakteristik Kebo Jawa:











DI Jawa, Kebo umumnya dipakai sebagai hewan pekerja di sawah. Si kebo hanya diberi seonggok rumput oleh Tuannya, lalu kemudian disuruh kerja berat hampir 12 jam seharinya sejak usai subuh hingga maghrib akan tiba. Hasil padinya, si kebo tak mendapat apa-apa, paling jerami sisa dari batang padi yang tak terpakai. Meski pun alam di sekitar kehidupan dimana kerbau bertempat tinggal adalah subur-makmur, ‘gemah ripah loh jinawi’, tapi namanya kerbau tetaplah kerbau yang tak bisa menikmati kekayaan alam di sekitarnya itu, selain rumput hijau ‘sumbangan’ Tuan besarnya. Apalagi kalau Tuannya sudah mengikat moncongnya, kemana pun diarahkan Tuannya, si Kebo tak pernah menolak,apalagi emmbangkang atau melakukan perlawanan misalnya. Kebo memang binatang sangat penurut. Satu-satunya hiburan si Kebo adalah ketika Tuannya mempersilahkan dia beristirahat sejenak di kubangan lumpur hitam, saat jam ‘break’ di tengah hari yang panas. Kerbau pun tak menarik orang di jawa untuk memakan dagingnya yang liat, keras dan agak berbau. Makanya jarang sekali kerbau di sembelih dan dagingnya di jual di pasar-pasar tradisionil di Jawa ini. Itulah nasibnya si Kerbau, gan! Kerbau Jawa! … :D

[PIC] Kebo Toraja Memang Beda dengan Kebo Jawa

Info yg dicari : Toraja, kerbau, adu kerbau, kerbau toraja, kebo, toraja sex, adu kerbau toraja, kerbau petarung, Cerita Sex toraja, kebo toraja,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment