Persiapan PON di Riau Amburadul

February 3, 2012 – 9:26 am
Venues Dayung Kering, Sepatu Roda Masih Pohon

PEKANBARU (VOKAL)-Tidak beresnya pembangunan venues PON XVIII ternyata tidak hanya di Pekanbaru, namun juga terjadi pada venues PON di sejumlah kabupaten di Riau, seperti venues untuk sepatu roda di Siak dan venues dayung di Danau Kebun Nopi, Desa Bukit Padusunan, Kecamatan Kuantan Mudik, Taluk Kuantan.

Venues sepatu roda di Siak belum terlihat tanda-tanda akan dibangun. Areal yang akan dijadikan tempat pertandingan olahraga sepatu roda itu masih ditumbuhi pohon-pohon yang menjulang tinggi.

Berdasarkan peninjauan Harian Vokal bersama tim delegate cabang olahraga sepatu roda, Kamis (2/2), belum terihat pengerjaan venues sepatu roda sama sekali. Namun Ketua Sub PB PON XVIII 2012 Siak, Syamsuar, mengklaim progresnya sudah mencapai 5 persen. "Saat ini venues untuk sepatu roda baru mencapai 5 persen. Secepatnya akan digesa pengerjaannya," kata Syamsuar kepada tim delegate cabor sepatu roda.

Untuk diketahui, venues dengan anggaran Rp9,45 miliar tersebut diambil alih pengerjaannya oleh PT Bumi Siak Pusako. M Ardian, selaku penanggung jawab proyek tersebut mengatakan, pihaknya akan segera merampungkan venues tersebut sesuai jadwal yang ditentukan. Ardian yakin, akhir Mei 2012 mendatang, lintasan diupayakan selesai. Sementara untuk keseluruhan, termasuk tribun penonton, Ardian hanya bisa memberikan garansi selesai akhir Agustus 2012 mendatang atau mendekati pelaksanaan PON XVIII.

Sementara itu, untuk dua cabor lagi yang akan dipertandingkan di Kabupaten Siak, yakni kempo dan balap sepeda, dinilai tidak mengalami kendala berarti. Untuk balap sepeda, tinggal mendatarkan landasan dan membangun tribun penonton. Progres 75 persen yang dipaparkan Syamsuar, sesuai dengan penilaian tim delegate cabor balap sepeda, Erwin Anwar.

"Dilihat secara keseluruhan memang sesuai dengan yang dikatakan Pak Syamsuar tadi, yakni 75 persen. Hanya tinggal tribun penonton dan sedikit pendataran lintasan," jelas Erwin. Venues kempo dinilai sangat memuaskan. Sudah layak difungsikan dan dinilai sudah berstandar internasional.

Masih Kering
Berbeda dengan venues dayung di Danau Kebun Nopi, Kuantan Mudik. Sarananya sudah mulai dikerjakan, tapi kondisinya memprihatinkan. Jika hingga Mei nanti pengerjaannya tidak selesai, lokasi venues ini terancam dipindahkan.

Venues dayung tersebut sudah lama dikerjakan, tapi pengerukannya belum mencapai target. Danaunya masih kering atau belum berisi air. "Kalau melihat dengan kondisi yang ada sekarang ini, kita meragukan akan selesai tepat waktu. Bayangkan saja, pengerukan danau belum mencapai target dan kedalaman air danau juga masih kurang. Kita berharap pihak terkait segera menyelesaikannya," kata Budiman, tim technickal delegate Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) usai peninjauan ke lokasi tersebut.

Budiman menambahkan, jika sampai Bulan Mei air danau tidak terisi, maka pihaknya terpaksa memindahkan venues tersebut ke tempat lain. "Saya tidak bisa memberikan gambaran sudah berapa persen selesai. Tapi, saya memberi batas waktu sampai Bulan Mei air sudah terisi. Jika, tidak venues ini akan kita pindahkan ke Danau Rusa di kawasan PLTA Kampar. Saya melihat tempat itu cocok," ujarnya.

Kalau melihat skedul kerja, seharusnya venues tersebut sudah selesai bulan ini. Tapi pergerjaannya terbengkalai lantaran tidak adanya koordinasi antara pemerintah kabupaten dengan pihak Dispora Riau dan Dinas PU Riau.

Tim delegate juga berharap pengerjaan harus lebih difokuskan pada pengerukan dan pengisian air, jangan sampai air dikeringkan. Sementara untuk pembangunan fisik, seperti tribun penonton tidak perlu dibangun, cukup dengan menggunakan tenda seperti yang dilakukan pada SEA di Cipule.

Dari pantauan di lapangan, kondisi danau sangat sangat mengkhawatrikan. Danau seluas 180 x 1.500 meter ini, sama sekali tidak berisi air. Sementara itu, alur sungai seharusnya 2.000 meter, baru terkeruk 1.500 meter dan lebarnya masih kurang. Tribun penonton masih kerangka, pembangunan turap masih 1.000 meter, menara belum dibangun sama sekali.

"Kita berharap venue ini segera selesai tepat waktu. Kalau pengerjaan bisa cepat, tentunya sangat menguntungkan kepada kita. Kita bisa melakukan latihan di sana," harap Sanusi Anwar, Ketua Harian PODSI Riau.

Masih Belukar
Kemarin diberitakan, Gubernur Riau Rusli Zainal mengklaim venues yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun ini di Riau sudah rampung sekitar 96 persen. Namun kondisi riil di lapangan, masih banyak venue yang belum dibangun. Bahkan ada lahan seharusnya di atasnya dibangun venues, hingga kini masih berupa semak belukar.

Di antara venues yang belum dibangun sama sekali adalah venue untuk cabang boling dan biliar, yang seharusnya dibangun di areal Purna MTQ Jalan Sudirman Pekanbaru. Lahan untuk kedua venues ini hingga kini masih berupa semak belukar. Sedangkan venue panahan yang seharusnya dibangun di Komplek Universitas Islam Riau (UIR), juga belum dibangun sama sekali dan baru tahap pembersihan lahan.(sad/yan)

Sumber:
http://www.harianvokal.com/index1.ph…lberita&id=633

Kmarin gubri ngakunya 96% udh slesai trnyata oh ternyata yg begini 96% tu …..:capedes

Persiapan PON di Riau Amburadul

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment