Pengiriman TKI ke Saudi Dievaluasi

November 19, 2010 – 8:27 pm
Saturday, 20 November 2010

PERLINDUNGAN TKI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat kabinet terbatas soal perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengevaluasi kembali kerja sama pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke seluruh negara,terutama negara-negara yang kerap dianggap bermasalah seperti Arab Saudi.

Beberapa negara yang akan mendapat evaluasi lebih adalah mereka yang tidak bersedia membuat nota kesepahaman (MoU), termasuk kontrak kerja antara pekerja dan pihak penerima TKI, baik itu perusahaan maupun rumah tangga. “Pemerintah Indonesia ingin ada fairness, sikap yang kooperatif, karena tenaga kerja bekerja untuk ekonomi mereka,juga ada take and give,supply and demand.Oleh karena itu harus ada kesepakatan antara duapemerintahsecarabilateral.Ada kontrak,”jelas Presiden dalam rapat kabinet terbatas mengenai TKI di Kantor Presiden,Jakarta,kemarin.

Permintaan peninjauan ulang pengiriman tenaga kerja ini terkait erat dengan penyiksaan yang menimpa TKW asal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB),Sumiati serta kabar meninggalnya TKW asal Cianjur bernama Kikim Komalasari. Sumiati tengah dirawat di RS King Fahd, Madinah, karena bibirnya digunting, sedangkan Kikim dikabarkan tewas karena dibunuh majikannya. Data pemerintah mencatat bahwa jumlah TKI di seluruh dunia adalah 3.271.584 TKI.

Dari jumlah itu, sekitar 4.385 orang pernah mengalami berbagai masalah dari ringan sampai kasus berat seperti kasus pelanggaran kontrak, gaji tidak dibayar, jam kerja tidak sesuai, beban kerja tidak sesuai, ketidakcocokan dengan majikan, masalah pribadi, sakit hingga kasus pelecehan.Presiden menilai meskipun hanya 4.385 orang atau sekitar 0,1 % dari semua TKI yang ada di luar negeri, mereka harus menjadi perhatian bersama. Terkait peninjauan ulang kerja sama pengiriman TKI, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa Arab Saudi dan Yordania akan menjadi sorotan khusus.

Evaluasi menyeluruh ini juga termasuk mencari akar masalah pengiriman TKI serta persoalan apa yang kerap dihadapi TKI di luar negeri. ”Kita akan membutuhkan analisis secara komprehensif, data-data yang lebih utuh sehingga kita melakukan evaluasi apakah masih bisa kita teruskan atau tidak,”ucap Muhaimin. Khusus bagi Yordania, Indonesia sudah melakukan moratorium (jeda pengiriman) TKI sehingga PJTKI mana pun dilarang mengirim TKI ke negara tersebut. “Yang sedang kita kaji itu moratorium ke Arab Saudi,”ucapnya.

Dibekali Ponsel

Dalam rapat terbatas kemarin, Presiden SBY mengakui bahwa pemerintah sering terlambat dalam mengetahui adanya kasus yang menimpa TKI di luar.Keterlambatan tersebut disebabkan banyak hal, termasuk ketertutupan sebuah negara. “Satu hal yang saya anggap mendasar adalah pengalaman kita selama ini seringnya terlambat kita mengetahui bahwa saudara kita mengalami masalah serius. Di Arab Saudi,ada semacam ketertutupan sehingga tidak mudah kita dapat informasi segera dan cepat,” jelasnya.

Untuk mencegah keterlambatan informasi, Presiden merumuskan agar TKI dibekali ponsel. ”Sedang dirumuskan memberi HP (handphone/ponsel) kepada orang perorangtenagakerjakita,harusdisampaikan kepada siapa konsulat jenderal kita, juga di dalam negeri, setiap saat,real time,nomor telepon yang bisa dihubungi untuk dia komunikasisecarainstankemudian sistem bekerja. Ini sedang kita rumuskan, dilaksanakan di waktu yang akan datang,”jelas Presiden. Sementara itu, untuk menindaklanjuti laporan tentang adanya TKW bernama Kikim yang meninggal, kemarin,KJRI Jeddah melakukan pengecekan di Abha, sekitar 600 km dari Jeddah.Menurut Muhaimin Iskandar, Kikim diberangkatkan oleh PJTKI PT Bantal Perkasa Sejahtera dan asuransinya Daman Samil.

TKW asal Cianjur, Jawa Barat, tersebut berangkat ke Arab Saudi sejak 15 Juni 2009. ”Kita lakukan cross check dengan KJRI Jeddah.Laporan yang masuk meninggal karena kekerasan dan penyiksaan,”ujarnya. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BN P2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, Kikim Komalasari tinggal di Kampung Citeuyeum RT 03/01 Desa Mekar Wangi,Kecamatan Ciranjang,Kabupaten Cianjur.

Mantan aktivis ITB itu mengungkapkan, penyebab kematian Kikim sedang dilacak oleh perwakilan PT Bantal Perkasa Sejahtera di Jeddah.

Pengiriman TKI ke Saudi Dievaluasi

Info yg dicari : berita tki terbaru, berita terbaru tki, kabar tki terbaru, berita tki, berita tki indonesia, kabar tki arab saudi, kabar terkini tentang TKI arab, inpormasi pengiriman pisa tki saudi, google berita terbaru tki di saudi, berita husus tki,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  1. 4 Responses to “Pengiriman TKI ke Saudi Dievaluasi”

  2. laporan dari saudi arabia,saya TKI yang tak pernah di gubris alias korban dari ketaman PT,SAYA ULU PERNAH LAPOR KE PT tp tdk pernah di gubris alias ngak di tanggapi.

    By aly on May 1, 2013

  3. kepada yang terhormat bpak mentri tenaga kerja kapan kami di ambil,kami sudah terlalu lama di saudi tanpa majikan,KAMI SEMUA TKI DI SAUDI ARABIA INGIN PULANG KE TANAH AIR.

    By aly on May 1, 2013

  4. G ada artinya kommetar di sini, pemerintah indonesia hanya angkat bicara doang, tapi tidak bisa membiktikan apa yang mereka katakan, aku TKI di saudi arabia, tau persis bagaimana perwakilan yang ada di sini, semuanya omong kosong belaka

    By Doyok on May 18, 2013

  5. perwkilan jeddah arab saudi omong kosong,pembicaraan cuma di mulut doang untuk membantu melindungi para TKI yang nasib buruk tapi mana bukti nya gak ada yang jelas banyak ter lantar,, TKI yang punya masalah seperti penyiksaan pemerkosaan pembunuhan GAK DI BAYAR gajih DLL,,mana untuk pengaduan dari perwkilan indonesia gak ada mengadu pun gak di tangapi,,saya mohon dari pengiriman TKI ke arab saudi tutup total selamanya

    By Putra Selatan Leles Thea on Mar 8, 2014

Post a Comment