Oknum KPK Peras Rosa Rp 1 M

July 25, 2011 – 10:26 am
Oknum KPK Peras Rosa Rp 1 M
Bernama Bayu, Kerja di Lantai I KPK

JAKARTA – Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang mengaku sempat dimintai uang oleh salah satu pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum kasus yang kini membelitnya ini meledak. Sosok pegawai KPK itu bernama Bayu Widodo Sugiarto alias Mbah Ndoro Bei.

Dari data yang dihimpun, penyerahan uang sebesar Rp1miliar dari Rosa ke Bayu ini bermula sekira malam hari di pertengahan April atau Mei 2010 di Lantai IX Indocin FX Plaza, Senayan, Jakarta Pusat.

Kepada Rosa, Bayu memperkenalkan diri sebagai pegawai penting di lantai delapan Gedung KPK. Untuk diketahui, lantai delapan merupakan tempat penyidik maupun penuntut lembaga penegak hukum anti korupsi itu bekerja.
Kepada Rosa, Bayu menceritakan bahwa KPK tengah memantaunya dalam beberapa kasus korupsi. "Kamu (Rosa) tengah dijadikan Target Operasi (TO) oleh KPK," demikian disebut dalam dokumen itu.

Bayu tidak serta merta hanya menjual keyakinan. Lebih dari itu, Bayu menunjukan identitasnya sebagai pegawai KPK dan menyodorkan selembar surat berisi perintah penyelidikan KPK ke Rosa dalam sejumlah kasus.

Akhirnya, dengan terpaksa Rosa bersedia memenuhi permintaan uang itu kepada Bayu. Penyerahan uang dari Rosa ini terjadi dalam kurun dua kali, keduanya di Indocin FX, Senayan. Uang itu dititipkan Rosa melalui supirnya, dan diterima orang suruhan Bayu dengan ciri-ciri berkepala botak dan berkulit hitam.

Dari penelusuran, perkenalan Rosa dengan Bayu melalui perantara Paulus Newan alias Paul Newan. "Rosa dikenalkan oleh Bayu melalui Paul Nelwan," ujar sumber tersebut.

Paul Nelwan diketahui sosok pengusaha yang dikenal sering mendapat proyek di Kementerian Pemuda dan Olahrga (Kemenpora). Saat dikonfirmasi, ia mengakui memang memperkenalkan Rosa dengan Bayu

Paul merasa yakin jika sosok Bayu bukan merupakan orang yang mengaku-ngaku sebagai pegawai KPK. Pasalnya, Paul sempat berpapasan dengan Bayu di Gedung KPK Lantai I kala ingin mengisi formulir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). "Saya pernah melihat dia sedang bekerja di Lantai I (Gedung KPK)," ujar Paul, ketika berbincang di Jakarta, Jumat (22/7).

Paul mendaftar LHKPN sebagai persyaratan mencalonkan diri sebagai Bupati Minahasa.

Selain mengaku sebagai orang yang memperkenalkan Bayu pada Rosa, Paul juga mengaku sebagai orang yang memperkenalkan Wafid Muharam dengan Rosa. pri

http://www.surabayapagi.com/index.ph…ae36e790e5484e

Oknum KPK Peras Rosa Rp 1 M

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment