[Kriminal]Dipaksa Menyanyi Telanjang Tanpa Dibayar

March 10, 2012 – 9:26 am
Bocah SD Lepas dari Sindikat Trafficking Antar Negara
Dipaksa Menyanyi Telanjang Tanpa Dibayar

Quote:

Kediri (beritajatim.com) – Seorang bocah yang masih berusia belasan tahun dan duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) asal Kota Kediri berhasil melapaskan diri dari sindikat penjualan anak (trafficking) antar Negara.

RI (14), berhasil pulang ke kampung halamannya di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri dengan selamat setelah 25 lima hari berada dalam cengkraman para pelaku perdagangan anak di Negeri Jiran. Lalu bagaiamana cara RI keluar dari kekangan para sindikat?

"Aku kabur dari majikan dengan memanjat pagar. Kalau hanya pagar setinggi tiga meter, bagiku mudah. Setelah itu, tasku tak lempar keluar lebih dahulu. Kemudian baru aku melewati pagar. Tetapi karena bingung mau pergi kemana, aku mulai menghitung-hitung angka dari 1 sampai 10, ke kanan apa ke kiri. Setelah itu, aku lari terus dan memberhentikan polisi yang lewat," aku RI ketika di Mapolres Kediri Kota, Sabtu (10/03/2012).

Oleh petugas kepolisian Malaysia, RI diminta untuk menunjukkan paspornya. RI menjawab paspor miliknya ditahan oleh majikannya yang ia sebut bernama Elson, dan Mame, tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia. Karena tidak membawa paspor, RI pun "diangkut" petugas menggunakan mobil menujuk kantor kepolisian setempat.

"Aku ditanya, yu mana paspor. Saya jawab paspor apa? Paspor I’m ditahan oleh majikan. Pak polisinya bilang yu naik ke atas (baca : mobil). Lalu saya dibawa. Jalannya berkelok-kelok. Setelah sampai di kantor polisi, saya diminta ganti baju. Karena saat itu pakaian saya hanya kaos terbuka dan celana pendek sekali. Lantas, saya dimasukkan ke sebuah ruangan. Ternyata kandang tikus. Baru setelah itu saya bilang, pak polisi saya meninggal disini tidak papa, aku masih sekolah. Pak polisinya bilang, yu, yu keluar, aku gak mau urusan dengan Negara," imbuh RI.

RI berada di kantor polisi pada hari Sabtu (03/03/2012) pagi lalu. Kemudian, RI dibawa ke balai polisi Kuala Lumpur diteruskan ke sebuah kantor polisi kecil. Setelah dimintai keterangan, RI dipindah ke kantor kedutaan. "Saya pikir sudah di bandara, tetapi di kantor kedutaan. Padahal saya sudah senang bisa segera pulang. Tak tahunya tempat itu hanya berisi surat surat. Bahkan, uang saya pemberian tukang sapu sebesar Rp 15 ringgit pun juga diminta oleh petugas sana," terusnya

Sekitar pukul 15.00 WIB, RI dipulangkan. Dia diantar hingga ke Jakarta. Setelah itu, diteruskan ke Surabaya. Sebagai biaya transport ke Kediri, RI diberi uang saku oleh petugas Rp 45 ribu. Kemudian selama dalam perjalanan menuju ke Kediri, dia mengamen di dalam bus. RI tiba di rumahnya pada Minggu (04/03/2012) sekitar pukul 03.00 WIB. Sukarmin (60) kakeknya terkejut melihat kedatangan cucunya. Sebelumnya, dia sudah melaporkan kepergian cucuknya karena "dijual" oleh beberapa orang sindikat penjualan anak ke Polres Kediri Kota.

Kanit Pidana Umum (Pidum) Polres Kediri Kota Ipda Pinoari mengatakan, pihaknya tengah memintai keterangan RI. Polres Kediri Kota, imbuh Pinoari, sebelumnya sudah mengamankan empat orang pelaku. Mereka sedang meringkuk di dalam sel tahanan. Polisi juga masih mengembangkan kasus itu karena ditengarai melibatkan sindikat yang ada di Negara lain.

Tersangka yang telah dibekuk masing-masing, Wiwik alias Diah (45) warga Desa Kayen Lor, Kecamatan Plemahan serta Dodot W (30) warga Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Kemudian Wijaya alias Resa (30) warga Kelurahan Semampir dan Yuda (18) warga Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Dalam kasus trafficking yang melibatkan korban anak dibawah umur, Wiwik dan Dodot berperan memberangkatkan korban ke Pulau Batam. Sedangkan Wijaya dan Yuda berperan sebagai petugas lapangan yang mencari calon korban. RI bersedia diberangkatkan menjadi TKW ke Malaysia dengan iming-iming gaji besar setelah dibujuk oleh Wijaya dan Yuda. Setelah korban terbujuk rayuannya, oleh kedua tersangka korban diajak ke toko untuk belanja pakaian.

Selanjutnya korban sempat dibawa ke Surabaya sebelum diberangkatkan ke Batam. Setelah dokumen suratnya sebagai TKW selesai, korban kemudian diberangkatkan oleh salah satu PJTKI dengan dokumen palsu ke Malaysia.

Sementara kasus trafficking tersebut terungkap setelah petugas mendapatkan laporan dari Sukarmin, kakek sekaligus wali korban warga Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Sukarmin melaporkan, anaknya telah menghilang dari rumah tanpa izin. Tentu saja Sukarmin semakin kaget setelah diberitahu jika anaknya sekarang dikabarkan bekerja di Malaysia melalui jasa PJTKI di Batam.

Sukarmin tidak pernah memberi izin anaknya yang masih dibawah umur menjadi TKW. Khawatir anaknya menjadi sasaran korban trafficking, Sukarmin kemudian melaporkan ke Polres Kediri Kota. Dari hasil pemeriksaan para tersangka, kasus yang melibatkan anak di bawah umur itu bermula dari tawaran Yuda kepada korban untuk dipekerjakan di luar negeri dengan gaji besar.

Yuda sendiri mengaku mendapat order dari Wijaya. Oleh Wijaya korban diserahkan kepada Wiwik dan Dodot untuk diberangkatkan ke Batam. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 6 UU No 21/2007 tentang pemberantasan tindak perdagangan orang. [nng/kun/bersambung]


Quote:

Kediri (beritajatim.com) – Selama berada di Malaysia, RI (14), korban sindikat penjualan anak (trafficking) antar Negara, asal Kota Kediri harus melakoni profesi ganda. Pagi hari, bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), tetapi malam harinya, dia paksa bekerja di sebuah tempat karaoke, tanpa bayaran.

"Gak dibayar sama sekali. Pagi hari, saya disuruh jaga anak kecil dua. Malam harinya disuruh menyanyi di tempat karaoke. Tetapi duitnya diminta sama bose," ujar RI bercerita peristiwa selama berada di Malaysia kepada beritajatim.com, Sabtu (10/03/2012).

Karena RI tidak bisa bernyanyi, apalagi dengan bahasa melayu, dia hanya berpura-pura (lipsync) mengiringi lantunan musik sambil berjoget-joget. Majikannya, Elson dan Mame memintanya bernyanyi sambil telanjang seperti para penyanyi lainnya. Tetapi karena RI bersikeras menolak. Akhirnya dia hanya diperbolehkan mengenakan pakaian, tetapi harus terbuka dengan celana rok pendek.

"Saya disuruh telanjang. Tetapi saya tidak mau. Saya berusaha melawan. Akhirnya diijinkan memakai kaos dengan dada terbuka dan celana pendek, bukan rok pendek. Tidak seperti mbak-mbaknya itu, mereka berjoget-joget sambil telanjang. Saya berada di tengah-tengah, diantara mereka," imbuh bocah yang tinggal di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri

Karena profesi gandanya itu, RI tidak bisa beristirahat. Dalam sehari, dia hanya memperoleh jatah waktu tidur paling lama tiga jam. Bahkan, RI juga harus menerima perlakuan tidak manusiawi dari majikannya. Lose dan Mame selalu membangunkannya dengan cara menyiram tubuhnya dengan air serta minyak tanah. Dia merasa diperlakukan seperti binatang.

"Katanya aku dibayar 100 ringgit semalam. Tetapi seluruh uangnya diminta sama bose. Dia bilang yu masih kecil. Yu boleh pulang ke Indonesia setelah umur yu 35. Saya tidak kuat selalu disiram air dan minyak tanah. Tidak seperti yang dijanjikan dulu, waktu akan mau dibawa ke Malaysia. Katanya disana disuruh jalan-jalan dan tidak kerja berat," kenang RI, mengingat iming-iming para pelaku yang kini mendekam di sel tahanan Mapolres Kediri, Wiwik alias Diah (45) warga Desa Kayen Lor, Kecamatan Plemahan serta Dodot W (30) warga Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Kemudian Wijaya alias Resa (30) warga Kelurahan Semampir dan Yuda (18) warga Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Kediri Kota, RI berada di Malaysia selama 25 hari. Selama waktu itu, 14 hari berada di penampungan. Sisanya 11 hari, masa dimana RI diperjakan sebagai PRT dan pekerja tempat karaoke tanpa bayar. Polisi masih terus memintai keterangan kepada yang bersangkutan. Kasus tersebut adalah atensi untuk wilayah Jawa Timur. [nng/kun]


sumber 1
sumber 2

emang malingsia ga cuma orang2nya yang biadab,,aparatnya juga seakan sudah terbiasa dengan kelakuan seperti itu :mad:

[Kriminal]Dipaksa Menyanyi Telanjang Tanpa Dibayar

Info yg dicari : cerita gay anak sekolah, Cerita seks di kantor polisi, dipaksa ngesex, cerita gay kediri, ngewe sama hewan, Cerita sex dikantor polisi, Cerita dipaksa telanjang, cerita dipaksa gay, dientot paksa, Cerita ngentot paksa anak sd,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment