Kisruh PSSI : MENGAPA K-14 TIDAK DIHUKUM AFC dan FIFA?

October 22, 2011 – 2:26 am
Kisruh PSSI : MENGAPA K-14 TIDAK DIHUKUM AFC dan FIFA?

Pro kontra lahirnya dua (2) kubu yang siap menggelar kompetisi dengan nama yang berbeda musim 2011-2012 ini adalah hal yang sangat berbeda dengan dijaman ‘kartel’ Nurdin Halid saat ISL masih digulirkan, kemudian ujug-ujug ada lembaga LPI (kompetisi yang cari keringat doang) muncul ke permukaan.

Kalau di jaman Nurdin Halid, walaupun PT BLI yang menjadi penyelenggara ISL penuh intrik, penuh rekayasa dan penuh tipu muslihat, namun secara LEGAL – lembaganya sah di depan hukum wilayah Indonesia, dan semua anggota klubnya RESMI dan SAH di depan AFC dan FIFA.

Sedangkan, LPI – lembaganya abal-abal, maka otomatis peserta klubnya juga TIDAK LEGAL di depan aturan AFC dan FIFA. Terbukti, faktanya – LPI dibubarkan di tengah jalan oleh pendirinya sendiri – Arifin Panigoro.

Pernah baca sejarah Breakaway League yang dinamakan English Premiere League (EPL) yang sekarang menjadi Barclays Premier League. Tahun 1990 dan 1991 sepak bola Inggris sudah gerah dan marah dengan sepak terjang FA (PSSI-nya Inggris), yang ingin memonopoli liga profesionalnya – mengatur seenaknya masalah hak siar dan sponsor yang dikelola FA.

Puncaknya, nyaris semua klub-klub papan atas saat itu membrontak, dan kemudian NEKAT membuat kompetisi profesional yang lebih menguntungkan klub, khususnya menyangkut masalah hak siar + sponsor yang dikelola FA saat itu. hasilnya, setelah semuanya keluar dari liga Inggris, maka dibentulkan English Premier League seperti saat ini.

Maka, kalau dirunut dan melihat jejak sejarah yang pernah ada, wajar kalau K-14 adalah kumpulan klub-2 yang sudah punya prestasi dan sejarah di lingkungan profesional melakukan hal yang sama seperti di Inggris 1992 – di mana EPL memulai digelar. Dan, terbukti saat itu UEFA induk organisasi sepak bola negara Eropa memilih EPL ketimbang FA.

Semakin paham kan, bahwa K-14 itu bukan ujug-ujug dan seenaknya atau semaunya. Tapi, ada latar belakang sejarah dan itu Semakin paham kan, bahwa K-14 itu bukan ujug-ujug dan seenaknya atau semaunya. Tapi, ada latar belakang sejarah dan itu sangat positif. Bandingkan, dengan LPI (kompetisi yang cari keringat doang), klub belum diakui PSSI, sistem kompetisi dan manualnya ndak seperti milik AFC dan FIFA, makanya FIFA menganulir semua klub LPI.

Kesimpulannya, karena K-14 adalah klub-klub yang sah di depan PSSI, AFC dan FIFA – maka pihak AFC tak pernah bisa mencegah atau melarang adanya kumpulan klub-klub yang sah di wilayah negara anggota AFC dn FIFA memutar roda kompetisi untuk menentukan nasibnya sendiri, tanpa ikut campur regulatornya – PSSI. Karena, di sepak bola itu ada dua bagian yang harus saling dihormati.

Sport Law adalah wilayah PSSI, dan Entertaint Law adalah wilayah League (liga profesional)

Ini hanya analisis secara nalar, secara sejarah dan secara aturan mainnya. Makanya, judul di atas menyimpulkan bahwa K-14 jika tetap menggelar kompetisi untuk menentukan nasibnya sendiri, karena badan hukumnya PT BLI adalah satu-satunya lembaga yang sah memutar roda kompetisi di wilayah Indonesia sekaligus diakui AFC sampai detik ini

-dus-

http://politikana.com/baca/2011/10/2…-dan-fifa.html

Kisruh PSSI : MENGAPA K-14 TIDAK DIHUKUM AFC dan FIFA?

Info yg dicari : kisruh pssi, kisruh pssi hak siar,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  1. 2 Responses to “Kisruh PSSI : MENGAPA K-14 TIDAK DIHUKUM AFC dan FIFA?”

  2. PSSI kapan !!!!! kapan akan memilik Timnas yang benar-benar tangguh jiks ribut terus…maluuuu dong….KEDEPANKAN KEPETINGAN PERSEPAKBOLAAN BANGSA INI…jangan saling menyalahkan !!!!!

    By Wahyu Puspa Yutha on Aug 17, 2012

  3. ah lieur ngomong pssi mah nggak ada kemajuan sanksi ajalah biar tahu rasa….

    By jhon on Jan 3, 2013

Post a Comment