Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalbar, Yakobus: “Dayak Jangan Terpancing Isu SARA!”

March 17, 2012 – 12:26 am
Yakobus: Dayak Jangan Terpancing Isu SARA!
Jumat, 16 Maret 2012 16:44

itoday – Suasana kota Pontianak, Kalimantan Barat sudah kondisif pasca terjadinya ricuh. Kericuhan terjadi murni antara organisasi masyarakat dayak dengan Front Pembela Islam (FPI). Konflik yang sempat terjadi bukan urusan SARA.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalbar, Yakobus dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (16/3). Menurutnya, perselisihan yang sempat terjadi antara masyarakat dayak dengan FPI, hanya kesalahpahaman saja.

"Saya tegaskan, perselisihan yang sempat terjadi bukan unsur SARA, ini murni masalah organisasi. Jadi jangan percaya dengan isu yang menyebut perselisihan antar suku, agama, atau yang lainnya," kata Yakobus.

Yakobus meminta, semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing propaganda. Karenanya, selaku Ketua Dewan Adat Dayak, dia akan menyampaikan ke seluruh dewan adat di kabupaten, untuk tidak terpancing isu SARA.

"Kita minta semua pihak, organisasi yang ada di Kalbar, tokoh agama, adat, untuk bersama-sama membuat suasana kondusif dan aman. Kita juga akan mengingatkan masyarakat dayak, untuk tidak terpancing dengan isu yang tidak bertanggung jawab," kata Yakobus.

Dia menjelaskan, bahwa kondisi di Pontianak saat ini telah kondusif. Tidak ada lagi konsentrasi massa.

"Kita mengharapkan jangan ada lagi yang mencoba mempropaganda masalah ini. Kita sepakat untuk bersama menjaga keamanan dan perdamaian," kata Yakobus.

Pihaknya mendukung langkah Polda Kalbar yang akan menangkap provokator yang mencoba untuk mempengaruhi warga. Begitu juga mendukung langkah razia yang akan dilakukan aparat terhadap warga yang membawa senjata tajam.

"Kita mendukung langkah aparat untuk melakukan razia terhadap warga. Jika ada warga dayak yang terbukti menghasut warga, kita sendiri yang akan menyerahkannya kepada aparat. Kami juga mengharapkan, agar langkah ini didukung semua pihak demi terciptanya ketentraman dan kenyamanan," tegas Yakobus
http://itoday.co.id/politik/6156-yak…ncing-isu-sara

————-

Peringatan yang sama juga perlu dilayangkan kepada jamaah FPI dan elitnya, jangan mudah dijadikan ‘alat kekuasaan’ untuk menjalankan agenda busuk mereka, mengadu domba ummat dengan issue SARA!

Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalbar, Yakobus: “Dayak Jangan Terpancing Isu SARA!”

Info yg dicari : cerita ngentot dayak, dayak ngentot, cerita sex anak sambas, cerita sex jaman dulu, cwek ngentot orang sambas (kalimantan barat), cerita sex sambas, cerita ngentot anak pontianak, seks abg kalbar, cerita sex orang kalbar, cerita dan foto seks abg kalbar terbaru,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  1. 2 Responses to “Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalbar, Yakobus: “Dayak Jangan Terpancing Isu SARA!””

  2. muslim jangan mau di adu domba.

    By agus salim on Mar 22, 2012

  3. jadi ingat cerita zaman dahulu, perang antara melayu dan dayak atau dikenal dengan perang songkong.perang ini terjadi pada kesultanan sambas yg berakhir dengan kekalahan etnis dayak, dengan perjanjian damai…dimana etnis dayak harus hijrah kepedalaman,dan etnis melayu mengusai pantai utara, selain itu etnis dayak juga memberikan hadiah kayu pusaka yg sampai sekarang digunakan sebagai tiang bendera pada kraton sambas. benar adanya kayu tersebut adalah kayu pusaka, yg mana telah ber-abad2 masih tetap berdiri dg kokoh dan gagah dikraton sambas…salut buat moyang2 etnis dayak yg ada disambas tempo dulu, yg dengan ksatria mengakui kekalahan…semoga cerita ini hanyalah cerita dan tidak terulang dikemudian hari…

    By Bendera Kuning on Mar 22, 2012

Post a Comment