Kelakuan anak sekarang

December 13, 2011 – 9:26 am
www.metrosiantar.com
Pasangan di Bawah Umur Ditangkap Kumpul Kebo

Pernah Melahirkan, tapi Anak Meninggal

Pasangan di bawah umur, FM (18) dan SS (16) diamankan Polsek Panyabungan dari rumah orangtua pria (FM) di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Jumat (9/12) siang. Pasangan ini ditangkap karena kumpul kebo selama tujuh bulan.
Informasi yang dihimpun METRO dari sekitar lokasi kejadian menyebutkan, perbuatan keduanya cukup meresahkan warga. Sebab, FM masih berstatus pelajar di salah satu sekolah negeri di Panyabungan. Apalagi, SS sampai hamil dan melahirkan pada Selasa (6/12) malam. Namun sayang, si bayi meninggal.
Saat ditemui METRO di Mapolsek Panyabungan, FM mengaku menghamili kekasihnya itu meski tanpa ada ikatan perkimpoian. Hubungan suami istri meski mereka lakukan atas dasar suka sama suka. Setiap ada kesempatan, keduanya selalu berhubungan badan.
Kata FM, hubungan mereka tidak diketahui orangtuanya. Ia tidak berani memberitahukan hubungan keduanya karena statusnya sebagai pelajar kelas dua SMA.
Orangtuanya, sambung FM, baru tahu ketika Selasa malam lalu, ia membawa SS ke bidan. Saat itu SS hendak melahirkan. Di situ lah, FM memanggil orangtuanya sembari menceritakan hubungan mereka dan kondisi SS.
“Kami sepakat untuk tidak menceritakan hubungan terlarang ini. Kami juga sengaja menutup-nutupi kehamilan. Orangtua saya tahu setelah dia (SS) melahirkan. Dan, saya yang menghamilinya,” aku FM.
Diceritakan FM, awalnya ia berkenalan dengan SS, sekitar setahun lalu. SS yang hanya tamatan SMP ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di salah satu rumah warga di Lorong Aek Galoga, Desa Pidoli, Kecamatan Panyabungan.
Setelah berkenalan dan berteman, selanjutnya mereka sepakat menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Masih cerita FM, selama SS bekerja ia selalu membantu segala kebutuhan kekasihnya itu. Namun, entah karena apa, tepat tiga bulan bekerja, SS memutuskan berhenti dari pekerjaannya.
Kemudian, sambung FM lagi, meski SS telah berhenti bekerja, ia tetap sayang dengan perempuan yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat tersebut. Karena cinta, FM memberanikan diri menceritakan kondisi SS yang sebatang kara di Panyabungan kepada orangtuanya. FM bilang SS temannya. Mungkin karena iba, orangtua FM mengizinkan SS tinggal bersama di rumah mereka. Selama tinggal bersama, ibunya yang bekerja sebagai tukang cuci selalu membawa SS untuk membantu mencuci pakaian warga.
Diceritakan FM lagi, dia ditangkap polisi saat hendak pulang ke rumah. Sejak SS melahirkan, ia tidak sekolah lagi. “Saya tadi pulang dari main bola. Saya lihat sudah ada polisi dan langsung ditangkap,” tambahnya.
Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe SIK melalui Kapolsek Panyabungan, AKP Zalukhu membenarkan penangkapan kedua pasangan bukan suami istri tersebut. Keduanya ditangkap atas pengaduan warga sekitar yang resah. “Keduanya sudah diamankan di Mapolsek, dan sedang menjalani pemeriksaan,” ujarnya singkat.
Siap Nikah
FM mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan siap untuk menikahi SS usai melalui proses hukum. Menurut FM, ia sangat menyayangi SS. Selama ini, ia takut karena masih sekolah. “Saya siapmenikahinya bang,” pungkas FM.
SS yang diminta keterangan mengaku, ia berpacaran dengan FM sudah sekitar setahun. Ia bilang, anak yang dilahirkannya itu adalah hasil hubungannya dengan FM. “Itu anak hasil hubungan kami pak,” katanya singkat sambil tertunduk. (wan)

Kelakuan anak sekarang

Info yg dicari : ngentot sampai hamil, cerita ngentot tukang cuci, ngentot tukang cuci, cerita sex tukang cuci, cerita sex tukang cuci baju, ngentot nenek sampai hamil, ngewe tukang cuci, Ngentot sama tukang cuci, ngentot dengan anak smp sampai hamil cerita sex, cerita seks tukang cuci,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment