Istri `Ditambang` Tetangga

May 14, 2012 – 3:26 am
RUMAH tangga Wahid, 35, benar-benar seru. Bagaiman tidak? Ditinggal dia bekerja sebagai buruh tambang, istrinya di rumah “ditambang” tetangga sendiri. Dongkol dan gemesnya Wahid adalah, beberapa waktu lalu sudah pernah digerebek, eh kok masih diulangi Dewi, 28, lagi dengan setelan yang sama.

Pekerja tambang timah, adalah pekerja yang selalu gali lobang tutup lobang dalam arti kata sebenarnya. Sudah bekerja di medan yang berat, salah-salah kena longsoran, tapi hasilnya tidak memadai juga. Dibuat makan sehari-hari tidak cukup, sehingga istri di rumah istri benar-benar tutup lobang gali lobang, agar ekonomi bisa sampai sebulan.

Wahid adalah sosok buruh tambang timah yang selalu dihimpit kemiskinan. Cari kerja yang lain tidak ada, ya sudahlah, dia terpaksa menjadi pekerja tambang. Pulang ke rumahnya di Sukadamai Pekul Dusun Deniang, Desa Deniang, Kabupaten Bangka, hanya seminggu sekali. Sehari-hari dari pagi sampai sore, dia selalu berkutat dengan lumpur untuk memperoleh biji biji timah itu.

Sering ditinggal suami di pertambangan, ternyata membuat Ny. Dewi sungguh kesepian. Bayangkan, di sana suami ngebor, di sini istri jarang “dibor” kayak Inul. Sudah miskin harta, masak miskin juga kasih sayang dan kemesraan. Ah, begini memang resikonya jadi istri pekerja tambang. Kesepian dan kesepian selalu jadi makanan sehari-hari.

Adalah Tandi, 30, lelaki tetangga yang sepertinya sudah lama jadi pengamat. Bukan pengamat politik macam Burhanudin Muhtadi, tapi pengamat perempuan semi janda macam Dewi ini. Setiap melihat sosok Dewi, dia lalu menganalisa, betapa sepinya kehidupan wanita berbodi seksi ini, karena suami jarang pulang. “Perut mungkin selalu terpenuhi, tapi yang dibawah perut?” begitu kalkulasi Tandi.

Urusan perempuan nganggur, memang sudah jadi hobi Tandi. Melihat wajah-wajah dibuang sayang a la Dewi, dia tergoda untuk memanfaatkan. Maka secara pelan tapi pasti dia mencoba mengadakan aproach kepada istri Wahid ini, untuk menjalin hubungan sekaligus memanfaatkan peluang ke depan. Peluang usaha, maksudnya? Bukan, peluang kapan suami Dewi ini bisa lebih lama tidak pulang ke rumah. Pokoknya vini vidi visilah; aku datang, aku goyang dan aku menang.

Berkat lobi-lobi setengah kamar yang dilakukanya, akhirnya Tandi berhasil masuk kamar bersama Ny. Dewi. Sebagai perempuan yang jarang “ketemu” suami, umpan yang ditawarkan Tandi langsung disergap. Dia tanpa menolak dibimbing lelaki yang bukan haknya. Dan karena setan juga terus memprovokatori, masuklah tuh barang, begitu kata anggota DPR Sutan Bathugana.

Baru beberapa kali berbuat, rupanya ketahuan oleh warga, sehingga hal itu diampaikan kepada pihak terkait, maksudnya: suami. Pengintaian dilakukan, dan berhasulah pasangan mesum itu digerebek. Karena Wahid masih sayang keluarga, dimaafkanlah kelakuan istrinya. “Yang penting jangan diulangi, dan selalulah berjalan di rel yang benar,” begitu pesan suami.

Tapi di Bangka kan tak ada rel? Maka hanya sebulan saja Dewi menyepakati konsensus itu. Ketika “naluri” selingkuh kembali hadir, dan si Tandi juga sudah selalu mengajak berlomba-lomba dalam kebajingan, untuk kesekian kalinya aksi mesum jilid II berlangsung. Lagi-lagi warga ada yang mencium, dan kali ini tak ada ampun lagi. Begitu ketangkep langsung diserahkan ke Polsek Bangka. Biar nyaho, kata orang Betawi.

Kapok nggak? Cari kehangatan, malah dapat dinginnya sel.

kasian gan..
udah kebutuhan jasmani kurang terpenuhi, kebutuhan rohani juga harus disunat…
:D

sumber: http://www.poskotanews.com/2012/05/1…bang-tetangga/

Istri `Ditambang` Tetangga

Info yg dicari : ngentot tetangga, Ngentot istri tetangga, cerita dewasa ngentot nenek, cerita ngentot istri orang, ngentot istri teman, dientot tetangga, cerita ngentot istri ustad, Cerita ngentot tetangga, cerita ngentot istri tetangga, ngentot ibu tetangga,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment