Definisi ‘Ruang Privat’ vs ‘Ruang Publik’ di kasus SMA 6

September 21, 2011 – 6:26 am
Selamet siang agan2 semuanya..mohon maap ane mungkin disini agak salah kamar…

intinya dari trit ini ane enggak akan mengulang reply pemberitaan kronologis kaskus SMA 6 vs wartawan yang dari kemarin ane yakin ente2 smua udah pada ngikutin sampe :cd: atau juga :marah ataupun :bingung:

yang jelas sebelumnya ane mau negasin dulu ane bikin trit ini, ane bukan siapa-siapa yang ingin membela siapa-siapa dari kasus yang menggegerkan ini, sebutlah ane cuma si fulanwati binti fulan :hammers yang mencoba untuk sedikit membuka diskusi sama agan2 sekalian soal salah satu poin penting yang mungkin agak terlewatkan selama kasus ini diblow up media beberapa hari ini.

ane tadi nonton wawancara di AKI Pagi tipiwan, dimana narasumbernya adalah mereka2 yg terlibat dalam drama adu jotos massal ini :D. ada ibu Kadarwati selaku kepsek SMA 6, ketua OSISnya SMA 6, pak WaMenDik (wakil mendteri pendidikan), anggota dewan pers Uni Lubis , narasumber via telepon yg salah satu korban pemukulan, seorang wartawan Trans7 yang menjadi korban dari drama tinju amatiran ini :o. kira-kira ente mungkin udah tau lah arah topik mereka yang intinya masing-masing menjelaskan posisi masing-masing dalam tragedi ‘mangkuk soto bersambut jotosan massal’ ini (kan katanya ada yang ngelempar mangkuk soto gan..:o).

tetapi di akhir acara…
ada pertanyaan dari presenter Indy Rahmawati kepada ibu Uni Lubis yang cukup memancing perhatian ane tentang inti semua permasalahan ini.
kepada ibu Uni Lubis, Indy bertanya: apakah tindakan fotografer yang mengambil gambar sambil memanjat gerbang sekolah itu merupakan tindakan melanggar privasi?’ kira-kira itulah inti pertanyaannya.

dan jawaban ibu Uni Lubis intinya seperti ini gan:
sebelumnya kita definisikan dulu, apakah SEKOLAH itu termasuk RUANG PRIVASI atau RUANG PUBLIK. menurut etika jurnalistik seorang wartawan baru bisa dibilang melanggar privasi jika ia melanggar batas-batas privasi seseorang misalnya dalam hal investigasi yang berlebihan…

maaf gan ane cuma bisa ngutip dari jawaban pertanyaan tersebut pada bagian yang ane bold tadi. kalo agan-agan mengikuti semua berita yang berhubungan dengan kasus ‘mangkuk soto vs kamera’ ini (maap ane bikin judul baru lagi, biar lebih enteng dan ga pake emosi ber-lebay-an achh kalo baca berita ini :D)..
dalam salah satu blog yang ditulis oleh anak SMA 6 ataupun dari pemberitaan media lainnya, ada tertulis bahwa penyebab pelajar SMA 6 melakukan perlawanan KARENA MERASA TERGANGGU PRIVASINYA DAN TERINTIMIDASI

berkaitan dengan kutipan wawancara tadi pagi dan pemicu perlawanan anak-anak SMA 6, sekarang kita kembalikan lagi pertanyaan bak Indy tersebut dengan jawaban ibu Uni Lubis: apakah menurut anda SEKOLAH itu RUANG PUBLIK atau RUANG PRIVASI.
sekedar menurut hemat ane, sekolah itu termasuk RUANG PUBLIK karena keberadaan sekolah sebagai lembaga pendidikan dimiliki oleh negara dan masyarakat sebagai salah satu sarana belajar mengajar yang difasilitasi pemerintah. sekolah tidak bisa mengesklusifkan diri dari peranserta masyarakat CMIIW, msalnya ada agan-agan yg berpendapat lebih dari ane, monggo..

lha kalo RUANG PRIVAT…adalah ruang yang tidak bisa sembarangan orang memasukinya karena keterbatasannya yang memiliki definisi jelas, misal: untuk kepentingan keluarga, pribadi sendri. contoh paling gampang: WC umum, emang sih namanya UMUM tapi kalo pas ente2 mampir pipis disana baik agan atau aganwati apa ada yang mau diintip atau didokumentasikan? :D. terus pas ente lagi mandi, apa mau ente mandi berjamaah bareng2 (kecuali :maho) apalagi bodi ente dipublikasikan ke orang banyak? cuma orang sarap aja yang mau begini.

atau juga rumah ente, apa mau ente tiap hari ditungguin info:tainment atau wartawan buat sekedar ngambil foto ente pas lagi nyiram kembang,misalnya.
kalo ente dirumah atau di toilet atau di tempat2 dimana ente berada dalam lingkup pribadi /golongan tertentu yang ente MILIKI/KUASAI SENDIRI, ente baru berhak dan bisa bilang itu PELANGGARAN PRIVASI.

naah kalo soal sekolah, ane rasa BIG NO kalo ada yang bilang itu pelanggaran privasi. ane juga pernah bro pas jaman sekolah, sekolah ane difoto-foto buat dokumentasi media, dan anak-anak sekolah ane bukannya galak malah sengaja pengen nampang :hammers buat narsis. emangnya kalo di sekolah dipublikasi media, itu salah ya? ane udah tau sih penyebabnya kenapa sampe wartawan segitunya bikin aksi damai di depan SMA 6, tapi dengan poin keberatan soal ‘PELANGGARAN PRIVASI’ ini malah menurut ane SMA 6 menunjukkan eksklusifitasnya sebagai sekolah yang gak merakyat.

ane tau lah sekolah ini termasuk elit, masuk kesono ga cukup duit ceban :hammers apalgi konon banyak anak pejabat sama artis yang bersarang disana :army. malah dengan kejadian ini, menurut ane, image publik jadi menurun terhadap SMA 6. kalo emang sekolah elit+eksklusif, kenapa harus tawuran? karena sepengalaman ane kemaren (ane belon lama banget lulus SMA, baru taon ’05) sekolah-sekolah yang tawuran itu rata-rata sekolah di pinggiran, mayoritas dari SMK yang cowo semua, dan minim prestasi akademis. mayoritas anak-anaknya berasal dari keluarga menengah ke bawah dengan tingkat ekonomi ga sedemikian mapan kayak anak-anak di SMA 6 ini. CMIIW

sekolahnya elit, tapi kok masih aja tawuran…??? kan katanya anak gahooolll g!TcHu..:cd:

mohon maap ya agan2 ane bikin trit ini di BP biar kita bisa lebih terbuka aja soal kasus ‘soto vs kamera’ ini, kuranglebihnya ane mohon maaff….:o

sebagai bahan pemberitaan yg berimbang,, nih ane kasih link wawancaranya bu Kepsek yang barusan ane dapet..

http://directorofthejournal.tumblr.c…kepala-sekolah

Definisi ‘Ruang Privat’ vs ‘Ruang Publik’ di kasus SMA 6

Info yg dicari : pengertian ruang privat, definisi ruang publik, pengertian ruang publik, kisah nyata ngetot di ruang publik,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment