Balada Cinlok Seorang Suami dengan Tukang Buah dan Akhirnya Dikasih ‘Buah’ Gratis

January 11, 2011 – 5:26 pm
Quote:

Cinta lokasi (cinlok) ternyata bukan milik kalangan arti saja. Pedagang K-5 di Tanjung Perak (Surabaya) juga bisa. Misalnya Basri, 40, yang penjual minuman, kesengsem dengan Marinah, 30, yang penjual buah. Istri Basri pun jadi ngamuk, karena lama-lama Marinah menawarkan juga “buah” di dadanya.

Pada dasarnya kaum lelaki itu pembosan, selalu ingin sesuatu yang baru. Meski sudah punya barang sendiri, ketika ada yang nampak lebih mulus dan baru, diambilnya juga. Ini pula yang dilakukan Basri, warga Semampir, Surabaya. Meski di rumah sudah punya istri, ketika teman dagangnya di Pelabuhan Tanjung Perak nampak lebih menarik, akhirnya “ditelateni” juga. Tentu saja sang istri, Kamini, 35, tidak terima. Marinah yang dianggap biang masalah, dikeroyoknya hingga babak belur.

Basri dan istrinya, selama ini memang berjualan minuman di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak. Di sini dia punya kenalan Marinah, yang berjualan buah-buahan. Tapi ternyata, yang ranum-ranum bukan saja buah yang dijajakan, tapi juga pemiliknya. Maklum, wanita dari Patekan Sayur Kecamatan Semampir ini lebih muda dan sekel nan cemekel pula. Maka sebagai lelaki normal, Basri suka memelototi “buah” Marinah yang mirip milik Julia Perez itu.

Karena sang istri selalu menemani dagang, sesungguhnya gerak langkah Basri untuk mendekati Marinah jadi terbatas. Tapi sebagai lelaki kan banyak jalan lain ke Yunani. Bila DPR bisa mampir ke Turki, Basri pun bisa mengatur siasat sehingga bisa lepas dari pengawasan Kamini. Saat istrinya pulang misalnya, kesempatan itu segera dimanfaatkan untuk lobi-lobi asmara bersama sijantung hati.

Rupanya Marinah juga tipe wanita legan golek momongan (suka cari masalah). Sudah tahu Basri ini punya istri yang sekaligus mitra dagangnya, ketika mau macem-macem kok ditanggapi juga. Mestinya dia kan mengingatkan, jangan begitulah, apa lagi mengajak begituan. Ee, yang terjadi justru sebaliknya. Lantaran rayuan dan cumbuan Basri sangat maut, Marinah pada akhirnya malah bertekuk lutut dan berbuka paha.

Serapi-rapi mengemas bangkai selingkuh, lama-lama bakal ketahuan juga. Sekali waktu Kamini memergoki betapa suaminya sedang bermesraan dengan Marinah. Langsung saja didampratlah mitra dagangnya itu. Tapi kemarahan istri Basri bukan berarti Marinah menyurutkan langkah, justru tambah mempeng (semangat). Bila situasinya sangat mantap terkendali, masih terus saja dia membangun kerjasama nirlaba bidang asmara bersama Basri.

Habis sudah kesabaran Kamini. Bersama tiga orang tetangganya sesama kaum hawa, dia mencegat Marinah. Dalam hitungan detik, perempuan penjual buah itu babak belur dikeroyok empat wanita sekaligus. Bukan saja dicakar dan dijambak, tapi pentungan dan air sambel juga ikut bicara. “Kamu memang perempuan gatel, sudah tahu suami orang masih juga diganggu,” maki Marinah yang kethoten (marah dan gemas).

Pertempuran tidak seimbang ini tentu saja menjadikan wajah Marinah simpang siur nyaris tak berbentuk. Dia ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan Ny. Kamini bersama tiga orang tetangganya, kini ditangkap polisi Polsek Semampir dengan tuduhan penganiayaan. Kata Kapolsek, baju Marinah sampai sobek 90 cm gara-gara penganiayaan bersama itu.

Mestinya nonton bareng (nobar), bukan penganiayaan bareng


seperti biasa sumbernya dari : Poskota

Balada Cinlok Seorang Suami dengan Tukang Buah dan Akhirnya Dikasih ‘Buah’ Gratis

Info yg dicari : cerita sex tukang sayur, ngentot tukang sayur, cerita ngentot tukang sayur, cerita sex lama, Ceritasexlama, ngentot sama TUKANG SAYUR, cerita sex dengan tukang sayur, cerita seks pedagang, cerita sex tukang, cerita seks tukang sayur,

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a Comment